-->

Diterpa Sejumlah Isu Viral, Pemdes Gunung Kelambu Tapteng Lakukan Klarifikasi

Sebarkan:



 Pemerintah Desa melakukan Klarifikasi bersama masyarakat dengan viralnya vidio tidak tersalurkannya bantuan beras kepada masyarakat Desa Gunung Kelambu.(Foto: Yasmend/mol)

TAPTENG |
Pemerintah Desa Gunung Kelambu memberikan klarifikasi resmi terkait polemik penyaluran bantuan pascabencana dan usulan normalisasi sungai yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Klarifikasi disampaikan langsung Kepala Desa Gunung Kelambu, Sudarma Body Kusuma, didampingi sekretaris dan jajaran perangkat desa kepada kru Metro-Online.co di Kantor Desa Gunung Kelambu, Senin (23/2/2026).

Bantuan Dipastikan Tersalurkan

Kepala Desa menegaskan, informasi yang menyebutkan tidak adanya penyaluran bantuan sejak bencana tahun lalu adalah tidak benar.

“Penyaluran bantuan sudah kami laksanakan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Tidak benar jika disebut bantuan tidak ada atau tidak disalurkan,” tegas Sudarma.

Ia menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang masyarakat untuk membuka ruang transparansi dan memastikan bahwa pemerintah desa telah bekerja sesuai prosedur. Terakhir, pada Sabtu lalu, pemerintah desa menyalurkan bantuan beras sebanyak 5 ton dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah kepada masyarakat secara merata.

Seluruh bantuan, lanjutnya, disalurkan berdasarkan data yang telah diverifikasi instansi terkait. Pemerintah desa tidak memiliki kewenangan mengubah maupun menambah daftar penerima.

Klarifikasi Video Viral

Terkait video viral yang beredar, seorang warga yang turut muncul dalam video tersebut, Rettauli Silalahi, telah dikonfirmasi secara terbuka di hadapan aparat desa, masyarakat, dan awak media.

Dalam video itu, ia sempat menyatakan tidak menerima bantuan. Namun dalam klarifikasi langsung, yang bersangkutan mengakui telah menerima bantuan berupa beras, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Adapun yang belum diterima adalah perlengkapan rumah tangga seperti kompor dan periuk, yang menjadi sumber kekecewaan.

Kepala Desa menegaskan, hingga saat ini bantuan berupa kompor dan perlengkapan dapur memang belum tersedia di tingkat desa.

“Bantuan seperti kompor dan perkakas rumah tangga memang belum ada kami terima. Saat ini yang tersedia dan kami salurkan adalah sembako, beras, dan mi instan. Jika ada, tentu akan kami bagikan. Tidak mungkin kami menyembunyikan hak masyarakat,” ujarnya.

DTH Dicairkan Bertahap

Terkait Dana Tunggu Hunian (DTH), pemerintah desa telah melakukan pendataan sesuai kategori dampak dan menyerahkan data tersebut kepada pihak berwenang. Namun, pencairan masih dilakukan secara bertahap.

“Data sudah kami serahkan sesuai prosedur. Kami tidak pernah menahan bantuan. Memang baru sebagian yang cair dan sisanya masih dalam proses. Kami mohon masyarakat bersabar,” kata Sudarma.

Ia menegaskan, DTH merupakan bantuan tepat sasaran yang hanya diberikan kepada penerima sesuai data resmi dan tidak dapat dialihkan di luar ketentuan.

Normalisasi Sungai Sudah Diusulkan

Menanggapi aspirasi warga terkait normalisasi sungai yang kerap memicu banjir saat hujan deras, Kepala Desa membenarkan bahwa usulan tersebut telah diajukan.

Pemerintah desa telah menyampaikan permohonan pelaksanaan normalisasi serta meminta dukungan alat berat kepada instansi terkait. Namun, kepastian waktu pelaksanaan berada di luar kewenangan desa.

“Pengajuan sudah kami sampaikan dan alat juga sudah kami mintakan. Untuk waktu pelaksanaan kami belum bisa memastikan. Yang jelas, kami sudah mengusulkan agar normalisasi segera dilakukan demi mencegah banjir berulang,” jelasnya.

Ajakan Tetap Kondusif

Pemerintah Desa Gunung Kelambu mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjaga kondusivitas.

Seluruh proses penyaluran bantuan dan pengajuan pembangunan, ditegaskan, dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

Dengan klarifikasi ini, pemerintah desa berharap tidak ada lagi kesalahpahaman, serta seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mendukung percepatan penanganan banjir dan realisasi bantuan yang masih berproses.(YS/JS)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini