-->

Dampak Banjir Bandang Nopember Tahun 2025 Lalu, Sawah di Besitang Langkat Terancam Gagal Panen

Sebarkan:

 


Sebidang areal persawahan kosong melompong dibagian tengah akibat bibit padi yang ditanam mati diduga dampak lumpur banjir bandang tahun 2025 lalu, dan selebihnya terhimpit rerumputan liar di daerah Bukit Mas, Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang. (Foto mol/Lesman Simamora)


LANGKAT | Banjir bandang yang terjadi Nopember 2025 lalu yang merendam areal persawahan di Kecamatan Besitang, Kabupaten  Langkat secara drastis menurunkan hasil pendapatan produksi gabah, bahkan diantara petani terancam gagal panen, sesuai pantauan kru Metro Online, Kamis (26/2/2026). 

Kini sebagian tanaman yang sudah mengeluarkan bulir padi, dalam kondisi memprihatinkan. Lahan sawah yang sebelumnya terendam lumpur akan berdampak terhadap penurunan kualitas padi, bahkan banyak tanaman padi yang mati (puso), dan diserang hama seperti keong mas, mengakibatkan diantara petani ada yang terancam gagal panen.

Padi pada fase awal tanam, banyak membusuk karena kekurangan oksigen. Sebab sawah yang tertimbun lumpur diduga merusak tanaman dan menyulitkan pembersihan, ujar Jhoni (58), salah seorang petani di Besitang kepada kru Metro Online.

Pasca banjir, itu menyebabkan terjadi kelembaban tinggi memicu ledakan hama keong mas yang memakan batang padi muda, yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi petani, ucapnya.

Dampak banjir bandang yang terjadi akhir Nopember tahun 2025 lalu, lanjutnya, sejumlah petani di Bukit Mas, Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, ada yang akan gagal panen, ada juga petani enggan turun menanam.

Sementara sebagian petani yang turun menanam, itu hasil produksi gabah yang akan dipanen kelak diperkirakan akan jauh menurun sehingga merugikan para petani.

Pasca banjir, warga di daerah itu cukup menderita, harta benda ludes, termasuk perabotan rumah tangga hancur, juga sejumlah bangunan rumah rusak diterjang air, kini hasil produksi gabah akan menurun tajam, ungkapnya dengan nada prihatin.

Untuk mengembalikan kondisi areal persawahan seperti semula (agar tidak kekurangan oksigen), dia meminta pemerintah segera turun melakukan penelitian dan memberi solusi sehingga para petani dapat kembali menikmati hasil panen yang normal, harapnya.

Kalau tidak, petani akan tetap rugi, bahkan untuk mengembalikan modal tanam pun bisa tidak dapat, karena padi yang ditanam rusak (puso). Untuk itu, pemerintah harus hadir membantu para petani dalam mengatasi masalah tersebut, tutupnya.(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini