-->

BRAVO!! Jaksa Berdarah Minang Leo Karnando Promosi jadi Kasi Pidsus Kejari Aceh Barat Daya

Sebarkan:

Leo Karnando Caniago (tengah) saat dilantik menjadi Kasi Pidsus oleh Kajari Aceh Barat Daya Abdya Kardono. (mol/intlknabd)
ACEH | Suasana di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya, Senin (9/2/2026 terasa lebih khidmat dari biasanya. Di bawah sorot mata para pegawai dan undangan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Barat Daya Abdya Kardono memimpin pelantikan jaksa yang namanya tak asing dalam dunia pemberantasan korupsi.

Dia adalah Leo Karnando Caniago. Resmi mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Aceh Barat Daya. 

Bagi pria akrab disapa: Leo tersebut, jabatan baru melekat di pundaknya bukan sekadar promosi struktural. Tapi juga kelanjutan dari jalan panjang yang telah ia tempuh dengan konsistensi dan ketegasan. 

Sebelumnya, ia bertugas sebagai Kepala Subseksi (Kasubsi) Pidum Pidsus pada Cabang Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Cabjari Madina) di Kotanopan, wilayah yang memberinya ruang untuk mengasah naluri investigatif dan ketajaman analisis hukum.

Di Kotanopan, namanya mulai diperbincangkan luas. Sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang menyita perhatian publik pernah ia tangani. Tak hanya berhenti pada vonis, Leo juga dikenal gigih dalam upaya pemulihan kerugian keuangan negara. 

Ratusan juta rupiah berhasil dikembalikan ke kas negara. Bukan semata mengenai nilai nominalnya. Melainkan simbol dari komitmen terhadap akuntabilitas.

Kegigihan, keuletan dan konsistensi yang dirawatnya otomatis meninggalkan rekam jejaknya pada 2023 lalu. Saat itu, ia terlibat aktif dalam penanganan perkara korupsi di Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut). 


Dokumen foto ketika Leo Karnando Caniago menyidangkan perkara korupsi di Pengadilan Tipikor Medan. (mol/roberts)

Salah seorang staf ahli gubernur Sumut (terpidana BS) akhirnya ‘disekolahkan’ di balik terali besi. Terpidana BS diyakini terbukti bersalah terkait pekerjaan Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Domestik di Pesantren Roihanul Jannah, Kelurahan Pasar Maga, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2020. 

Bagi Leo, penegakan hukum tidak mengenal kompromi terhadap jabatan atau status sosial. Kerja-kerja senyap yang konsisten itu berbuah pengakuan. Cabjari Madina di Kotanopan meraih prestasi membanggakan di bidang Pidana Khusus. 

Tiga tahun berturut-turut sejak 2023, Cabjari Madina di Kotanopan dinobatkan sebagai Peringkat II Terbaik Penanganan Korupsi se-cabjari se-Sumut, oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut.

Tak hanya itu, pada 2023 tim solid dinakhodai Leo Karnando Caniago, didapuk sebagai Terbaik I Bidang Pidsus bagi Cabjari se-Indonesia dari JAM Pidsus Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). 

Sebuah capaian yang menempatkan Kotanopan, wilayah yang jauh dari hiruk-pikuk ibu kota di peta nasional pemberantasan korupsi.

Kini, pria berdarah Minang itu memulai babak baru di Aceh Barat Daya. Di bawah kepemimpinan Abdya Kardono, Leo Karnando dipercaya menjadi ujung tombak penanganan perkara-perkara yang terindikasi tindak pidana korupsi di wilayah tersebut. 

Tantangannya tentu tak ringan. Namun bagi Leo, setiap wilayah memiliki cerita dan setiap perkara adalah panggilan tanggung jawab.

Pelantikan pekan lalu mungkin berlangsung singkat. Namun mengandung makna jelas dan tegas tentang kesinambungan integritas, tentang keberanian menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan tentang harapan bahwa di sudut barat negeri ini, api pemberantasan korupsi akan terus menyala. BRAVO!! (ROBERTS/RS)








Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini