-->

Repdem Apresiasi Respon Cepat Wali Kota Tebingtinggi Atas Rel Kereta Api Tanpa Palang, Harap Ada Solusi Terbaik

Sebarkan:
Pemerintah Kota Tebingtinggi menjalin sinergi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang jalur kereta api. (Mol/Sdy)

TEBINGTINGGI | 
Organisasi sayap PDIP, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) mengapresiasi langkah dari Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih yang merespon cepat atas sejumlah rel perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu.

Diketahui, rel kereta api tanpa palang pintu yang berada di Kota Tebingtinggi sudah banyak memakan korban jiwa. Biarpun sudah banyak peristiwa naas, namun belum ada tindakan maksimal dari Pemerintah Kota (Pemko) untuk mengusulkan solusi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT KAI.

"Saat ini Kota Tebingtinggi yang dipimpin Pak Irdian Saragih sudah banyak memberikan respon cepat untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya langsung berjuang untuk membenahi 7 titik rel kereta api tanpa palang pintu," ujar Pengurus DPC Repdem Kota Tebingtinggi Remon Silalahi dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Pasca kejadian naas yang merenggut 9 korban jiwa beberapa waktu lalu, Wali Kota Irdian Saragih langsung memerintahkan Sekda Erwin Suheri Damanik dan Kadis Perhubungan Yustin Bernard Hutapea mendatangi Kementerian Perhubungan di Jakarta, untuk membahas solusi atas rel kereta api tanpa palang.

"Pak Wali langsung perintahkan, karena beliau tidak mau ada kejadian naas tabrakan kereta api terulang kembali hanya gara-gara tidak ada palang perlintasan," kata Remon.

Repdem, lanjut Remon, berharap Kementerian Perhubungan dan PT KAI segera memberikan solusi terbaik untuk masyarakat. Remon juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tertib apabila melewati rel kereta api tanpa palang.

"Kita berharap segera ada solusi dipasangkan palang permanen atau lainnya. Dan tentunya masyarakat sendiri juga harus tetap waspada apabila melewati rel kereta api," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tebingtinggi resmi menjalin sinergi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang jalur kereta api.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Tebingtinggi, Selasa (10/2/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menekankan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder untuk mencegah terulangnya kecelakaan fatal di perlintasan kereta api.

Dia pun mengungkapkan rasa duka mendalam atas tragedi kecelakaan sebelumnya yang merenggut 9 nyawa.

"Artinya kita mensosialisasikan untuk pencegahan, supaya tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kemarin saya juga mengucapkan turut berbelasungkawa, saya sangat prihatin, sangat sedih atas kejadian ini," ujar Wali Kota.

Irdian menargetkan pembenahan di 7 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Kota Tebingtinggi dapat segera terealisasi dalam tahun ini.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi intens dengan Kementerian Perhubungan untuk menindaklanjuti rencana teknis di lapangan.

"Kami juga berupaya semaksimal mungkin, ini bisa terealisasi di tahun ini. Kemarin sudah ada pertemuan dengan Kementerian Perhubungan, bagaimana tindak lanjutnya, supaya di follow up. Ini kalau kita berkolaborasi, insyaallah tahun ini bisa kita selesaikan di 7 titik ini," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BTP Kelas I Medan, Jimmy Michael Gultom, menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh.

Meskipun penanganan saat ini bersifat sementara, dia menegaskan komitmen Dirjen Perkeretaapian untuk mencari solusi permanen bersama PT KAI Divre I Sumut.

"Ini masih sementara, tapi kami mewakili Dirjen Perkeretaapian, siap mendukung bersama rekan-rekan dari Divre I Sumut," ujar Jimmy.

Selain perbaikan infrastruktur, Jimmy juga mengimbau masyarakat untuk  berperilaku tertib saat berkendara, memasuki area perlintasan kereta api. Dia mengingatkan pentingnya kewaspadaan mandiri sebelum melintasi rel.

"Motto 'selalu berhenti, menengok kanan kiri, baru berjalan'. Ini sebagai upaya kita bersama meningkatkan kewaspadaan di perlintasan sebidang," tegas Jimmy.

Dalam laporan kegiatannya, Kadis Perhubungan Tebingtinggi Yustin Bernard Hutapea menjelaskan inti dari kerja sama ini adalah percepatan pemasangan palang pintu perlintasan di titik-titik rawan.

"Ini merupakan tindak lanjut untuk pemasangan palang pintu perlintasan kereta api sebidang dalam rangka peningkatan keselamatan di wilayah Kota Tebingtinggi," ujar Bernard. (Sdy/Sdy)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini