![]() |
| Foto: Personel Polsek Serbelawan Cek dan Olah TKP Siswa Tersambar Kereta Api. Insert: Korban di Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar (mol/bay) |
Kapolsek Serbelawan AKP Gunawan Sembiring SH MM kepada Metro Online, Selasa (20/1/2026) pagi di ruang kerjanya memaparkan, korban, JN, 16, pelajar, warga Perumahan Residence Sinaksak, Lingkungan V Sinaksak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Sesuai keterangan saksi Candra Manurung yang sedang duduk-duduk di belakang rumahnya di bantaran perlintasan kereta api, melihat korban hendak menyeberangi rel dari Gang Melati, Lingkungan VI, menuju rumahnya.
Bersamaan dari arah Pematangsiantar menuju Medan melaju kereta api Siantar Exspress. Dengan jarak lebih kurang 20 meter dari korban (TKP), masinis meniupkan klakson panjang.
Saksi sempat berteriak-teriak memanggil korban, namun tidak dihiraukan. Akibatnya fatal, korban tertabrak dan tercampak mengalami luka berat di kepala sebelah kanan serta patah tangan kanan.
Menerima laporan kejadian AKP Gunawan Sembiring mengerahkan personil ke lokasi untuk cek dan olah TKP serta mengevakuasi korban.
"Korban didapati terkapar dengan kondisi sekarat lalu dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan medis, namun dinyatakan telah meninggal dunia," ungkap Kapolsek prihatin.
Berdasarkan keterangan saksi Yogi Kurniadi, petugas PT KAI, menerangkan, ia menerima informasi melalui telepon dari Komandan Regu (Karu) atas laporan dari masinis yang menyebut ada warga tertemper (tertabrak).
Diujung penjelasan AKP Gunawan Sembiring mengatakan jasad korban selanjutnya dievakuasi ke Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar guna visum et repertum untuk kepentingan proses lebih lanjut.
Dikesempatan ini AKP Gunawan Sembiring mengimbau masyarakat khususnya yang akan melintasi jalur kereta api agar selalu hati-hati dan waspada terlebih ada signal kereta akan melintas demi keamanan dan kenyamanan bersama (bay/bay)

