-->

Percepatan Pemulihan Pascabencana di Taput Rp200 M, Ini Lima Sungai Prioritas

Sebarkan:

 

Bupati Taput Jonius Taripar Hutabarat saat menyampaikan usulan pascabencana melalui BBWS Sumatera II Medan, berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Tarutung, Selasa (6/1/2026).(Foto: Alfredo Sihombing/mol)
TAPUT | Bupati Tapanuli Utara (Taput)  Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan mendapat dukungan usulan pemulihan pascabencana dengan dana Rp200 miliar untuk penanganan jaringan irigasi, dan sungai kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, berlangsung di Kantor Bupati Tarutung, Rabu (7/1/2026).

Bupati Taput menegaskan tahap transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, pemerintah daerah sebelumnya telah memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana, dan saat ini fokus diarahkan pada perbaikan sungai-sungai yang menjadi sumber sekaligus terdampak hidrome seeteorologi.

“Beberapa sungai yang menjadi prioritas penanganan antara lain Sungai Aek Sigeaon, Sungai Aek Haidupan, Sungai Batang Toru, Sungai Siandurian, serta Aek Sarulla. Sungai-sungai ini memiliki peran penting bagi masyarakat dan harus segera ditangani,” ujar Jonius kepada metro-online.co, Selasa (6/1/2026).

Menurut Jonius, penyamaan persepsi dan validasi data bersama Kementerian PU dan BBWS Sumatera II menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Melalui diskusi bersama Kepala Balai dan tim, termasuk Inspektorat Kementerian PU, telah menyepakati data yang sama sebagai dasar langkah ke depan," kata Jonius.

Masih kata Jonius, pemerintah ingin memastikan penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan akuntabel, sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat

"Rencana penanganan sungai-sungai terdampak ini didukung anggaran kurang lebih Rp200 miliar, yang difokuskan untuk perbaikan alur dan pengamanan sungai, berharap proses perbaikan dapat berjalan lancar dan bencana serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang," ujar Jonius.

Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II, Feriyanto Pawenrusi, menjelaskan, penanganan pascabencana masih berada masa tanggap darurat yang nantinya dilanjutkan dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon).

“Penanganan sungai tidak bisa dilakukan waktu singkat karena panjang alur sungai dan kompleksitas permasalahan di lapangan, lima sungai yang disampaikan Bupati menjadi prioritas utama dan segera kami tangani,” jelas Feriyanto.

Melalui sinergi antara Pemkab Taput dan Kementerian PU, diharapkan proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi dapat berjalan optimal, sehingga aktivitas sosial, ekonomi, dan pertanian masyarakat dapat kembali pulih secara berkelanjutan. (as/as)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini