![]() |
| Tim BRI Peduli menunjukkan komitmen nyata dengan turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana, menghadirkan bantuan sekaligus semangat untuk bangkit kembali warga. (mol/humbri) |
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui keterangan tertulisnya, Rabu (14/1/2026) menginformaskan, melalui program BRI Peduli menunjukkan komitmen nyata dengan turun langsung membantu masyarakat terdampak, menghadirkan bantuan sekaligus semangat untuk bangkit kembali.
Bantuan disalurkan secara menyeluruh dan menyentuh kebutuhan mendasar warga. Paket sembako dibagikan untuk meringankan beban harian masyarakat, sementara layanan pemeriksaan kesehatan gratis diberikan guna memastikan kondisi fisik warga tetap terjaga di tengah situasi darurat.
Tak hanya itu, dapur umum juga didirikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan secara psikologis.
Melalui kegiatan trauma healing, anak-anak diajak bermain, belajar, dan berinteraksi kembali agar perlahan mampu pulih dari rasa takut dan trauma akibat bencana yang mereka alami.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Medan John Sarjono menegaskan, kehadiran di Aceh merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan untuk selalu berada di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi masa-masa sulit.
“Melalui program BRI Peduli, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Aceh tidak merasa sendiri. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menumbuhkan kembali semangat, terutama bagi anak-anak agar mereka bisa kembali tersenyum dan menjalani aktivitas dengan lebih baik,” ujar John.
BRI meyakini bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya tentang membangun kembali fasilitas fisik, tetapi juga memulihkan harapan dan ketahanan sosial masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Di tengah keterbatasan yang ada, uluran tangan dan kepedulian menjadi kekuatan utama. Dan bagi masyarakat Aceh, kehadiran BRI menjadi salah satu pengingat bahwa harapan untuk bangkit selalu ada. (RobS/RS)

