Terlihat sejumlah peserta didik SD Negeri 050751 di Jalan Kalimantan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, sedang mengikuti proses belajar/mengajar di atas lantai akibat mobiler hancur di terjang banjir akhir Nopember 2025 lalu. (Foto mol/ Lesman Simamora)
LANGKAT | Sudah dua bulan pascabanjir, namun sejauh ini belum ada perbaikan fasilitas belajar siswa seperti meja dan kursi di SD Negeri 050751, tepatnya di Jalan Kalimantan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.
Fasilitas pendidikan sekolah rusak parah akibat diterjang banjir yang mengakibatkan para siswa terpaksa belajar di atas lantai beralaskan tikar, khususnya buat murid kelas I dan kelas VI.
Sejauh ini, belum ada perbaikan mobiler yang rusak/pengadaan mobiler baru oleh Dinas Pendidikan & Pengajaran Kabupaten Langkat agar murid bisa belajar dengan aman dan nyaman di sekolah itu.
Kursi dan meja belajar belum juga diperbaiki hingga saat ini, seakan menunjukkan kurangnya kepedulian pihak terkait untuk memajukan pendidikan, apalagi dalam waktu dekat ini khususnya murid kelas VI akan mengikuti ujian kelulusan.
"Belajar di atas lantai dikuatirkan akan menggangu konsentrasi belajar siswa. Kalau sampai waktu belajar kelulusan nanti, tapi mobiler tak juga disiapkan, maka hal itu berpotensi merugikan murid itu sendiri," ujar pemerhati pendidikan di Langkat, Pandu S.Pd kepada Metro Online, Sabtu (24/1/2026).
Dia berharap, dengan segala daya dan upaya, pihak terkait dapat segera menyediakan mobiler, sehingga peserta didik dapat konsentrasi dalam mengikuti proses belajar/mengajar di sekolah itu, ucapnya dengan nada prihatin.
Kepala SD Negeri 050751, Soraya Utami S.Pd, saat akan dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026), dia sedang tidak berada di tempat. Namun beberapa guru di sekolah itu mengatakan, saat ini mereka membutuhkan kursi dan meja belajar untuk dua ruangan kelas.
Kini kursi dan meja belajar untuk dua ruang kelas belajar harus diisi yakni, kelas I dan kelas VI, apalagi siswa kelas VI tak lama lagi akan mengikuti ujian kelulusan, ucap guru.
Disinggung upaya perbaikan atau pengadaan mobiler baru, pihak sekolah telah mengajukan permohonan pengadaan mobiler ke Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, kata guru, seraya meminta agar namanya tidak ditulis.
Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, M Fajar yang dikonfirmasi kru Metro Online, Sabtu (24/1/2026) melalui sambungan WhatsApp-nya, namun tidak direspon.
Sebelumnya, yang bersangkutan kepada wartawan mengatakan, kerusakan mobiler sudah didata, dan pihaknya telah mengirimkan data-data tersebut ke pemerintah pusat, "permohonan kita sedang diproses, ujar M. Fajar.(lesman/mp)

