-->

Lingkungan Terdampak Banjir Aceh Tamiang Masih Serba Memprihatinkan

Sebarkan:

 

Puluhan dump truck dan escavator sedang mengisi BBM, sebelum diturunkan mengevakuasi sampah dan lumpur ke berbagai lingkungan terdampak bencana banjir di Aceh Tamiang, Selasa (27/1/2026). (Foto mol/Lesman Simamora)


ACEH TAMIANG | Lingkungan yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi akhir Nopember 2025 lalu, hingga kini masih serba serbi memprihatinkan di berbagai kawasan perkotaan dan desa di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (27/1/2026).

Selain, lingkungan, juga fasilitas umum seperti Kantor Bupati, Kantor DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kabupaten Aceh Tamiang, sejauh ini belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Di halaman Kantor DPRK Aceh Tamiang saja pun masih terdapat belasan tenda pengungsi, juga halaman masih diselimuti debu serta perbaikan sejumlah mobil yang terdampak banjir.

Apalagi pembersihan sampah dan lumpur tebal dari badan jalan dan drainase di berbagai tempat masih terus dikebut hingga memasuki akhir Januari 2026 pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Untuk mengevakuasi lumpur sisa peninggalan bencana banjir, petugas TNI-Polri, ASN, Relawan, dan operator lainnya menurunkan alat berat untuk membersihkan berbagai lingkungan yang terdampak.

Para driver dump truck/escavator terlihat sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Selasa (27/1/2026) pagi, sebelum mereka bergerak ke lokasi terdampak banjir, sesuai pantauan langsung kru Metro Online.

Puluhan dump truck dan escavator yang di pool-kan di halaman Kantor DPRK Aceh Tamiang tersebut mulai bergerak satu-satu menuju sasaran, usai mengisi BBM, Selasa sekira pukul 08:00.

Para operator alat berat bergerak menuju sasaran masing-masing, dengan mempersiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan, ujar draiver dump truck, Hendro,32, kepada kru Metro Online.

Dikatakan, sesulit apa pun lokasi yang harus di lalui dan di kerjakan, mereka harus siap bekerja keras sesuai dengan arahan kordinator lapangan, ucapnya.

Disinggung, kapan pemulihan lingkungan yang terdampak akan selesai dikerjakan, tak seorang pun yang bisa memprediksi kapan itu akan berakhir, sebab, kini jutaan ton lumpur dan sampah yang harus dievakuasi, ungkapnya.

Tempat, dan waktu terpisah, rumah sakit umum daerah (RSUD) Aceh Tamiang penuh dengan pasien, baik anak-anak maupun dewasa. Karena keterbatasan ruang inap, sebagian pasien terpaksa di rawat dimana tempat di rumah sakit itu, sesuai pantauan kru Metro Online, Senin (26/1/2026) malam.

Sementara ruang inap lainnya masih banyak yang belum bisa di fungsikan dampak bencana banjir bandang akhir Nopember 2025 lalu.

Para korban banjir, diantaranya, Pandu,40, warga Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, dia berharap agar pemerintah pusat dan daerah dengan segala daya dan upaya dapat mempercepat pemulihan lingkungan yang terdampak, sehingga masyarakat bisa beraktifitas seperti semula.

Ia juga berharap agar pemerintah pusat dapat segera mencairkan dana bantuan bagi warga yang bangunan rumahnya mengalami rusak sedang dan rusak ringan. Korban banjir sangat membutuhkan dana bantuan tersebut untuk dipergunakan memperbaiki rumah yang rusak, pintanya.(lesman/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini