-->

Korban Longsor di Tapteng Masih Menanti Kepastian, Jenazah Ayah Belum Ditemukan

Sebarkan:

Hendri Jaya Gea (atas) masih di persimpangan ketidakpastian 'nasib' ayahnya akibat bencana longsor. (mol/ys)

TAPTENG | Tragedi longsor yang terjadi di Kelurahan Hutanabolon, Lingkungan IV Hutanabolon Kampung Malaka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa pagi (25/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban hingga saat ini.

Salah satu keluarga terdampak adalah Hendri Jaya Gea, 24, menuturkan ke Metro-Online.Co, Kamis (15/1/2026) malam via whatsapp pribadi,  ayahnya, Faonasokhi Gea, 50, dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

Namun, hingga kini jenazah almarhum belum berhasil ditemukan. Keluarga mengaku belum memperoleh kepastian terkait perkembangan proses pencarian dan evakuasi.

“Ayah saya menjadi salah satu korban dalam peristiwa longsor tersebut. Sampai hari ini kami belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai keberadaan jenazah ayah,” ujar Hendri.

Selain Faonasokhi Gea, sejumlah anggota keluarga lainnya juga dilaporkan turut menjadi korban dan mengalami hal serupa tidak ada tanda-tanda di temukan di antaranya istri pak uada kandung Hendri serta anak dari tantenya. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada permukiman warga dan menghancurkan harta benda masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Semasa hidup, almarhum Faonasokhi Gea dikenal sebagai tulang punggung keluarga. Saat ini, Hendri tidak dapat bekerja karena harus merawat ibunya yang telah menderita stroke selama empat tahun terakhir dan membutuhkan pendampingan penuh.

“Saya tidak bisa meninggalkan ibu saya karena kondisinya membutuhkan perawatan setiap hari. Sejak ayah meninggal, kami kehilangan sumber penghidupan,” tuturnya.

Pascabencana, Hendri dan keluarganya terpaksa mengontrak rumah di wilayah Sibuluan, Kecamatan Pandan, setelah rumah mereka mengalami kerusakan akibat longsor. Dalam kondisi tersebut, Hendri berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah serta pihak-pihak terkait.

“Kami berharap ada bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Kondisi ekonomi keluarga kami saat ini sangat terbatas,” katanya.

Sebagai anak bontot dari empat bersaudara, Hendri juga berharap pemerintah daerah bersama relawan dapat kembali mengintensifkan upaya pencarian terhadap para korban yang hingga kini belum ditemukan, sekaligus memberikan pendampingan kemanusiaan bagi keluarga terdampak.

Ia menambahkan, pihak keluarga telah menyampaikan laporan kepada kepala lingkungan setempat. Menurut Hendri, informasi tersebut disampaikan akan diteruskan kepada pihak terkait. 

Namun, hingga kini keluarga mengaku belum melihat adanya tim evakuasi yang melakukan pencarian di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Kondisi ini semakin menambah beban psikologis dan ekonomi keluarga kami, karena belum adanya kepastian terkait pencarian korban,” ungkapnya.

Belum ada keterangan resmi dari Pemkab Tapteng mengenai kelanjutan proses evakuasi maupun bentuk bantuan lanjutan bagi keluarga korban longsor di wilayah Lingkungan IV Hutanabolon Kampung Malaka. (YS/RS)





Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini