![]() |
| Ketua DPC HNSI Kota Sibolga Kota Sibolga Hotlan Manurung (dua kiri) foto bersama dengan petugas pelabuhan Sibolga. |
SIBOLGA | Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Sibolga Hotlan Manurung mengatakan, organisasi sangat perlu bagi nakhoda kapal ikan.
Hal itu dikatakan Hotlan Manurung pada acara pembekakan 40 nakhoda dan calon nakhoda kapal ikan Kota Sibolga, Kab. Tapteng dan Tanjung Balai di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pondok Batu, Sibolga, Selasa (27/1/2026).
Didampingi Sekretaris DPC HNSI Kota Sibolga Binner J Siahaan, SE, Hotlan memaparkan pentingnya organisasi di masyarakat khususnya para nelayan.
Organisasi adalah wadah pencapain tujuan bersama dan dengan berorganisasi sesuatu tujuan ataupun masalah dapat lebih mudah terselesaikan.
"Sering terjadi kasus yang terjadi antara majikan dengan pekerja diantaranya soal bagi hasil tangkap ikan, penangkapan para nelayan saat beraktifitas di laut termasuk masalah hukum apabila terjadi masalah pelanggaran hukum di laut diantaranya pelanggaran jalur dan lain sebagainya," ujarnya.
Selain ini, melalui organisasi yang resmi seperti HNSI, akan mempermudah para nelayan mendapatkan jaminan/ansuransi kecelakaan dan kematian yang mungkin selama ini belum terpikirkan para nelayan dan pengusaha kapal ikan.
Hotlan Manurung yang dikenal masyarakat Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah adalah tokoh nelayan tahun 80-an dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidangi Hukum di HNSI Sumatera Utara priode 2025-2030 juga mengharapkan melalui organisasi dibuat kontrak kerja antara ABK dan majikan.
Sehingga para nelayan dapat bekerja lebih nyaman seiring banyaknya tantangan di laut.
"Baru baru ini banyak kejadian yang terjadi di nelayan Kota Sibolga dan Tapteng khususnya diantaranya penangkapan kapal ikan di Padang, Pulau Nias dan terakhir di perairan Aceh Singkil serta penahanan nakhoda perlu perhatian yang serius," ucapnya.
Dengan melibatkan organisasi semua masalah mungkin akan lebih mudah diselesaikan.
"Namun demikian secara pribadi saya masih memberi perhatian khusus terhadap para nakhoda dan ABK yang sedang dalam masalah di laut" tandasnya.
Sejumlah topik dibahas DPC HNSI Kota Sibolga beserta instansi terkait dalam acara dua hari itu diantaranya update peraturan dan perundang udangan terkait perikanan, perkembangan operasioanl kapal ikan dan hal lain menyangkut nelayan. (rel/REM).

