-->

Ditemukan Sakit, Seorang Gelandangan di Padangsidimpuan Akhirnya Menghembuskan Nafas Terakhir

Sebarkan:

 

Rasoki pria tunawisma saat dalam keadaan sakit parah, sebelum dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan.(MOL/Dinas Sosial Padangsidimpuan.

PADANGSIDIMPUAN | Seorang gelandangan atau tunawisma ditemukan sedang sakit di pelataran toko di Kota Padangsidimpuan, namun setelah mendapatkan pertolongan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan sayang nyawanya tak tertolong dan akhirnya meninggal dunia, Sabtu (11/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan Gelandangan tersebut diketahui bernama Rasoki, 62, dan merupakan warga Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. 

Kepala Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan Zufri Nasution melalui Kepala Bidang (Kabid Rehabilitas Sosial Kaslan menceritakan, pihaknya sudah pernah mengembalikan  gelandangan tersebut sejak Juni 2025  kepada pihak keluarga di Pasaman

Namun kata Kaslan, pria gelandangan tersebut akhirnya kembali lagi menginjakkan kaki ke Kota Padangsidimpuan setelah dikembalikan secara estafet. Dari Dinas Sosial Padangsidimpuan ke Dinas Sosial Kabupaten Madina dan sampai diserahkan ke Dinas Sosial Pasaman hingga diserahkan ke keluarganya.

"Dia sudah pernah dikembalikan ke pihak Keluarganya di Pasaman, namun belakangan ini tiba-tiba sudah ada di Sidimpuan ini lagi," terang Kaslan, Senin (12/1/2026).  

Lebih lanjut lagi kata Kaslan, tidak lama berselang berdasarkan informasi dari warga yang melaporkan ke Dinas Sosial Padangsidimpuan, ada pria gelandangan ditemukan di emperan toko sedang mengalami sakit keras dan ternyata pria itu adalah Rasoki, gelandangan yang sudah pernah dikembalikan ke Pasaman itu.

Kemudian Dinas Sosial Padangsidimpuan langsung melakukan evakuasi dan segera dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk dilakukan penanganan.

"Awalnya warga melaporkan ada gelandangan yang sedang sakit keras di teras emperan toko tepatnya didepan toko dan ternyata itu gelandangan yang pernah kita kembalikan ke Pasaman," ungkap Kaslan  kepada metro-online.co.

"Kemudian kita bawa ke rumah sakit umum untuk dilakukan penanganan dan dirawatlah disana selama dua hari tiga malam dan informasinya yang bersangkutan mengalami sakit paru-paru" tambahnya.

Setelah dirawat dan dinyatakan membaik, Dina sosial Padangsidimpuan kembali menjemput pria gelandangan itu untuk dipulangkan kembali ke kampung asalnya di Pasaman.

Selanjutnya kata Kaslan, usai di rawat di RSUD pria gelandangan tersebut dijemput dan rencananya akan dikembalikan lagi kepada keluarganya di Pasaman. 

Namun sebelum dipulangkan pria gelandangan itu di istirahatkan sementara di rumah singgah Dinas Sosial Padangsidimpuan. 

"Sebelum diantar dibawa dulu ke rumah singgah untuk beristirahat, namun tiba-tiba sakitnya kumat lagi dan kita bawa lagi ke RSUD untuk di rawat kembali. Tak lama berselang ia pun menghembuskan nafas terakhir disana, setelah itu kita langsung menghubungi pihak keluarganya," pungkas Kaslan.

Terpisah, Kepala Bidang Non Media RSUD Kota Padangsidimpuan Kombang Yasin mengatakan, ia membenarkan di RSUD ada  satu orang laki-laki tunawisma yang meninggal dunia disebabkan sakit paru-paru.

"Yang bersangkutan diketahui sakit paru dan pihak kelurganya pun sudah dihubungi, selanjutnya almarhum sudah kita antarkan ke rumah saudaranya yang berada di Angkola Muaratais," jelas Kombang. (Syahrul/ST).


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini