Update Korban Bencana Taput, 34 Meninggal, 14 Hilang

Sebarkan:
TNI mencari korban tertimbun longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Rabu (3/12/2025).(mol/Alfredo Sihombing)
TAPUT | Berdasarkan data terbaru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) telah merilis, Rabu (3/12/2025) sebanyak 15.765 warga terdampak bencana banjir, longsor dan meninggal.

Penanganan bencana di Taput terus dikebut setelah banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah kecamatan sejak Selasa (25/11/2025).

Bencana ini mengakibatkan 34 warga meninggal dunia, (22 warga Taput, sementara 14 warga dari luar daerah) 14 orang masih dinyatakan hilang, serta 3 warga mengalami luka-luka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Taput, Bonggas Pasaribu menyampaikan, selain korban meninggal, kerusakan infrastruktur cukup masif, meliputi 544 unit rumah rusak, 19 jembatan putus, serta 44 ruas jalan yang tertutup material longsor maupun terputus akibat banjir.

"Upaya penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) TNI-Polri, BPBD, Basarnas dan relawan yang bekerja siang dan malam untuk melakukan evakuasi, pencarian korban, serta pembukaan akses jalan. Distribusi bantuan logistik juga terus diprioritaskan, terutama menuju wilayah yang masih terisolir," jelasnya.

Lanjut Bonggas, Kecamatan Adiankoting, dua Desa menjadi pusat lokasi pengungsian, yaitu Desa Sibalanga dan Lobu Pining. Sementara itu, lima Desa lainnya masih belum dapat diakses karena tertutup longsor dan kondisi medan ekstrem, yakni Siantar Naipospos, Pardomuan Nauli, Pagaran Lambung II, Pagar Lambung IV, dan Pagar Lambung III. Untuk sementara waktu, bantuan bagi wilayah-wilayah tersebut disalurkan melalui jalur udara. Adapun dua desa yang sebelumnya terisolir Banuaij I dan Banuaij IV kini sudah bisa diakses oleh tim darat, termasuk Pagar Lambung I yang juga telah berhasil ditembus.

"Kecamatan Parmonangan juga menjadi wilayah dengan dampak signifikan. Hingga kini, enam Desa masih dalam kondisi terisolir akibat jalan penghubung yang tertimbun longsor dan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik. Keenam desa tersebut meliputi Pertengahan, Hutatua, Manalu Purba, Baturarimo, Purba Dolok dan Hutajulu Parbalik. Kondisi medan yang curam serta risiko pergerakan tanah yang tinggi menjadi kendala utama bagi tim yang berupaya membuka akses darat," sebut Bonggas.

Dikatakan, keterisolasian terjadi akibat banyaknya ruas jalan penghubung antar-desa yang tertutup material longsor dan sebagian jalan kabupaten mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Selain itu, kondisi medan yang curam dan risiko pergerakan tanah semakin menyulitkan tim gabungan untuk menembus wilayah tersebut melalui jalur darat.

"Untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, bantuan logistik sementara disalurkan melalui jalur udara, sembari menunggu pembukaan akses darat dari arah pusat Kecamatan Parmonangan. Sejumlah alat berat telah ditempatkan pada titik-titik terdampak guna mempercepat proses pembersihan material longsor, memulihkan akses, dan memastikan distribusi bantuan berjalan lebih merata," ujarnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat curah hujan di wilayah Taput masih tinggi dan berpotensi memicu banjir bandang maupun longsor susulan. (as/as)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini