![]() |
Foto ilustrasi beras bantuan Pemerintah. (mol.kmntri) |
Pantauan Metro-Online, Senin (23/2/2026) kerumunan warga akhirnya memberikan reaksi keras menolak bantuan beras dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Csbang Sibolga tersebut.
Informasi beredar di grup komunikasi Aparatur Desa (Apdes) se-Kecamatan Badiri, Desa Kebun Pisang tercatat menerima bantuan sebanyak 5 ton atau 100 karung beras dengan berat 50 kilogram per karung.
Namun faktanya, jumlah beras yang tiba di Kantor Desa hanya 90 karung atau sekitar 4,5 ton. Suasana pun sempat memanas ketika masyarakat mendesak aparat desa memberikan klarifikasi.
“Kami mendapat informasi jelas 5 ton atau 100 karung. Tapi yang sampai hanya 90 karung. Selisih 10 karung itu ke mana?” ujar seorang warga berinisial DZ.
Warga secara tegas menyatakan menolak pembagian sebelum jumlah bantuan sesuai dengan data awal. Mereka khawatir terjadi penyimpangan terhadap bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana alam.
Tanpa DO
Sekretaris Desa Kebun Pisang Amri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa informasi awal yang diterima menyebutkan bantuan sebanyak 5 ton (100 karung). Namun, beras yang diterima hanya 90 karung.
Yang menjadi sorotan, proses penerimaan tanpa dilengkapi Delivery Order (DO) atau surat jalan resmi saat serah terima barang.
Beras bantuan Pemprov Sumut tersebut diketahui diantar oleh sopir bernama Suyanto bersama kernet Buyung Efendi Nasution dan diterima oleh Kepala Urusan Pemerintahan di Kantor Desa Kebun Pisang.
Secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Desa (Plt Kades) Kebun Pisang Rusmin Alex Sandro mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab selisih tersebut.
“Saya juga bingung. DO-nya tidak ada saat diantar. Saya akan ke kantor Bulog untuk mempertanyakan hal ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Desak Audit
Selain itu, masyarakat juga mendesak camat Badiri, pihak Perum Bulog, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapteng didesak segera melakukan audit terkait pendistribusiannya. Sebab bantuan pangan merupakan hak masyarakat terdampak dan tidak boleh terjadi kekurangan dalam bentuk apa pun.
Hingga, Rabu malam tadi belum ada pihak yang memberikan keterangan resmi, apa penyebab ‘raibnya’ 500 Kg beras bantuan Pemerintah tersebut. (YS/RS)

