-->

JKN Dampingi Sudirman Hadapi Penyakit Kronis

Sebarkan:

 

Sudirman saat memperlihatkan kartu peserta JKN miliknya. (MOL/Humas BPJS Kesehatan).


PADANGSIDIMPUAN | Sudirman Sitorus,62, warga Kota Padangsidimpuan, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang kini menjalani hari-harinya dengan lebih memperhatikan kesehatannya. Usia boleh menua, tetapi urusan menjaga kesehatan tetap menjadi nomor satu, itulah prinsip hidup yang dipegangnya.

Pria yang akrab disapa Pak Dirman ini, menceritakan kisahnya. Berawal dirinya yang kerap mengalami kelelahan, perasaan lemah terus menerus yang menyebabkan dirinya merasa capek meski baru bangun tidur. 

Hari demi hari keluhan itu tak kunjung hilang, ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas dan akhirnya dirujuk ke rumah sakit. 

“Diagnosa dokter tekanan darah tidak stabil dan kadar kolesterolnya tinggi. Dokter bilang saya harus hati-hati, sudah tidak bisa lepas obat. Kalau tidak rutin berobat, nanti semakin tidak terkendali,” sebut Sudirman, Selasa (23/12/2025).

Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi memang sering datang tanpa gejala yang jelas. Namun jika tidak dikontrol, keduanya dapat memicu penyakit serius seperti stroke dan gangguan jantung. Karena itu, Sudirman harus menjalani pengobatan rutin dalam jangka panjang.

Sebagai mantan ASN, Sudirman benar-benar memperhatikan alur pelayanan Program JKN, dimulai dari Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Di sanalah ia kini rutin memeriksakan tekanan darah, mengambil obat, sekaligus mendapat edukasi tentang pola hidup sehat.

“Alhamdulillah tidak pernah ada masalah, semua lancar. Saya pun merasa diperhatikan, kami yang lansia ini mendapat prioritas kalau berobat,” ujar Sudirman dengan suara bergetar.

Selain minum obat secara teratur, Sudirman mulai mengubah kebiasaan sehari-hari, seperti makanan berlemak dan asin perlahan dikurangi.

Tidak itu saja, ia juga berusaha lebih teratur beraktivitas fisik. Meski sederhana, baginya perubahan kecil menjadi bagian dari perjuangan besar untuk tetap sehat.

“Sudah beberapa kali saya ke rumah sakit, dirujuk untuk kontrol rutin. Meskipun walau pakai BPJS Kesehatan saya tetap bisa bertemu dokter spesialis dan dapat obat, tidak ada dibatasi. Jadi saya pun merasa tenang karena sudah ada menjamin,” ungkap Sudirman.

Sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen PPU (Pekerja Penerima Upah), Sudirman merasakan manfaat JKN secara langsung. Seluruh pemeriksaan dan obat rutin ditanggung tanpa biaya tambahan.

Kini, kondisi kesehatan Sudirman jauh lebih terkontrol. Tekanan darah dan kolesterolnya stabil, meski ia tetap harus rutin kontrol setiap bulan. Ia memahami bahwa penyakitnya bukan untuk disembuhkan, melainkan dikendalikan.

“Namanya penyakit kronis, memang tidak bisa seratus persen sembuh, tapi bisa dijaga supaya tetap stabil. Saya bersyukur punya BPJS Kesehatan, inilah yang bikin saya bisa fokus berobat,” pungkas Sudirman. (Syahrul/ST).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini