Usai silaturahmi dan ramah ramah, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu, I Nyoman Buda berikut jajaran dan sejumlah wartawan berfoto bersama di Aula Adminstrasi PLTU Pangkalan Susu, Jumat (14/11/2025). (Foto mol/Lesman Simamora)
LANGKAT | Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu, I Nyoman Buda memandang Pers sebagai mitra penting dalam komunikasi publik.
Sebagai mitra kerja, media sangat berperan dalam menyebarluaskan informasi positif dan mengedukasi publik tentang keberadaan PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu yang sebenarnya, ujarnya.
" PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu ini adalah asset kita bersama yang harus kita jaga bersama. Pers juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang SOP Operasional PLTU Pangkalan Susu," katanya.
Sebelum PLTU Pangkalan Susu beroperasi, kata dia, bisa tiga kali dalam sehari pemadaman listrik, bak seperti ungkapan banyak orang "tiga kali makan obat dalam satu hari".
Tapi dengan kehadiran PLTU saat ini dapat menstabilkan daya listrik, bahkan kini sudah berjalan normal. "Untuk itu mari kita jaga keamanan dan kenyamanan operasional PLTU Pangkalan Susu ini," ajaknya.
Kalau ada masyarakat atau teman-teman pegiat sosial media yang membutuhkan informasi terkait keberadaan operasional PLTU, lanjutnya, pihaknya siap memberi keterangan yang sebenarnya.
Hal ini dikatakan beliau dalam acara forum silaturahmi dan sinergi media bersama PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu, Jumat (14/11/2025) di Aula Lubuk Kertang Gedung Administrasi PLTU Pangkalan Susu.
Sementara itu, Manager Administrasi, Miduk Hutasoit memaparkan tentang status pengamanan, baik dalam kondisi normal, gangguan non teknis baik dari dalam maupun dari luar pembangkitan, sistem operasional berjalan.
Dikatakan, penerapan manajemen PLN IP UBP PNS dan UPT Pangkalan Susu berkomitmen bersama untuk menerapkan sistem pengamaman terpadu, sistem manajemen pengamanan ditempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang secara profesional dan terintegrasi untuk mencegah dan mengurangi kerugian akibat ancaman serta gangguan untuk mewujudkan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif, ujarnya.(ls/lkt1)
