Keluarga Histeris Hingga Pingsan Sambut Enam Jenazah Korban Tanah Longsor di Taput

Sebarkan:

Keluarga histeris hingga pingsan saat melihat jenazah korban tanah longsor di Taput, Minggu (30/11/2025) (mol/Husin)

LABUHANBATU |
Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Labuhanbatu setelah kabar tragis datang dari kawasan Adian Koting, Tarutung, Tapanuli Utara. 

Enam orang warga Labuhanbatu menjadi korban dalam insiden tanah longsor dan ditemukan meninggal dunia.

Kedatangan tiga ambulans yang membawa enam jenazah korban tanah longsor langsung disambut tangisan hingga beberapa orang terlihat pingsan. 

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Multatuli, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025)

Keenam korban adalah Amelia Azhari Lubis, 11, Nurjannah, 36, Nurasiah, 45, Uswatun Hasanah, 67, dan Sumiati, 63, yang merupakan satu keluarga dan tinggal satu rumah di jalan Multatuli.

Sedangkan satu korban lainnya Nerla Simanjuntak merupakan warga Kampung Tempel, Rantauprapat, Labuhanbatu.

Dimana sebelumnya, para korban berangkat dari Labuhanbatu menuju Medan hendak menemani salah satu keluarga berobat dengan menumpangi mobil rental Toyota Calya putih bernomor polisi BK 1986 AFF yang dikemudikan seorang sopir bernama Acong, Senin (24/11/2025

Setelah berobat selesai, rombongan tidak langsung kembali ke Labuhanbatu. Mereka memilih berlibur dengan melintasi jalur Lintas Barat Sumut melalui kawasan Tapanuli Utara.

Saat melintas di Desa Sibalanga, para korban memilih beristirahat di salah satu rumah warga setempat. Sopir beserta mobil berada di seberang jalan. Tidak ada tanda-tanda bahaya ketika mereka berhenti.

Namun hanya beberapa saat berselang, tebing perbukitan di belakang rumah itu longsor. Material tanah dan batu langsung menghantam rumah dan menimbun seluruh penghuni di dalamnya, sedangkan sopir selamat.

Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita saat berada di rumah duka menyampaikan ucapan berduka atas peristiwa yang menimpa para korban dan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran.

"Ketika mendengar ada warga Labuhanbatu yang menjadi korban tanah longsor di Taput, pemerintah bersama warga serta relawan langsung bergerak ke lokasi bencana untuk mencari para korban, setelah melakukan pencarian selama 2 hari, akhirnya para korban berhasil ditemukan dalam kondisi tertimbun dan meninggal dunia, selanjutnya langsung dibawa ke Labuhanbatu," ucap Bupati.

Setelah disemayamkan di rumah duka, seluruh korban dikebumikan di pemakaman umum setempat. (Husin)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini