Dana Nasabah Diganti, BRI Kabanjahe Laporkan Oknum Pelaku Fraud ke Kepolisian

Sebarkan:
Kantor BRI Cabang Kabanjahe. (dok.mol)

KARO | Pemimpin Kantor Cabang (KC) BRI Kabanjahe Donny Cahyono mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah tegas atas kasus hilangnya saldo salah seorang nasabah di BRI Unit Laubaleng, Kabupaten Karo.

Hal itu diungkapkan Donny Cahyono dalam siaran pers yang diterima wartawan di Medan, Kamis (20/11/2025)

Selain telah mengembalikan sepenuhnya saldo sebesar Rp 91 juta ke rekening nasabah, Rabu (12/11/2025), manajemen KC BRI Kabanjahe juga melaporkan oknum pekerja internal diduga kuat melakukan tindakan fraud alias kecurangan atau penipuan.
 
Dugaan fraud dimaksud bermula dari laporan salah serang nasabah di BRI Unit Laubaleng atas nama Mayesti Br Perangin-angin yang merasa kehilangan sejumlah dana di rekening miliknya. 

Hasil investigasi internal BRI secara menyeluruh telah dilakukan dan ditemukan adanya dugaan pelanggaran oleh oknum pekerja berinisial MY yang merugikan nasabah. 

Atas temuan tersebut, BRI bergerak cepat dengan melaporkan oknum terkait kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo, Selasa (18/11/2025) untuk diproses secara hukum.

“Investigasi secara menyeluruh telah selesai dilakukan. Oknum pelaku sudah kami laporkan ke kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. BRI memiliki komitmen kuat terhadap penerapan Good Corporate Governance. 

Oleh karena itu, setiap tindakan yang merugikan nasabah dan mencoreng integritas institusi akan ditindak dengan sangat tegas,” tegas Donny.

Sejak awal BRI mengutamakan pemulihan hak nasabah yang terdampak. Dana yang sempat hilang telah dikembalikan sepenuhnya

“Prioritas utama kami adalah memastikan nasabah mendapatkan haknya kembali. Dana yang hilang telah sepenuhnya kami kembalikan. Selain itu, kami terus berkomunikasi dengan nasabah untuk memastikan kenyamanan dan kepercayaan tetap terjaga,” imbuhnya.

BRI memastikan bahwa sistem keamanan perbankan tetap berjalan baik dan berlapis. Perusahaan juga semakin memperketat pengawasan internal serta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga data pribadi dan menghindari berbagai modus penipuan digital.

“BRI tidak mentoleransi tindakan yang merugikan nasabah maupun perusahaan. Kami akan terus meningkatkan pengawasan, memperkuat sistem, dan memastikan seluruh proses penyelesaian berjalan transparan,” pungkasnya. (RobS/RS)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini