53 Jam Diguyur Hujan, Begini Kondisi Teluk Aru Kabupaten Langkat

Sebarkan:

 

Kondisi banjir  terkini di kelurahan kampung lama kecamatan besitang, persis didepan sekolah khatolik Santo Yosep(Poto: dok khatolik/mol/Haloho/lkt1)


LANGKAT | Tingginya curah hujan yang tidak kunjung reda lebih kurang 53 jam telah memorakporandakan pemukiman dan hamparan persawahan warga di wilayah Teluk Aru, Kabupaten Langkat.

Informasi dihimpun tim Metro Online pada Rabu ( 26/11/2025) pukul 16.00 wib curah hujan yang cukup tinggi telah memorakporandakan pemukiman warga 5 kecamatan, yakni Besitang, Seilepan,  Pangkalansusu, Babalan dan Gebang.

Warga Kecamatan Besitang saat ini mengungsi atau berlindung di aula Gereja HKBP Kampung Sawah Besitang.

Sebagian warga yang terdampak banjir mengungsi di sekolah Gereja Khatolik Kampung Sawah Kecamatan Besitang.

Sampai saat ini Metro Online belum mendapat  data korban banjir resmi dari pemerintah Kecamatan Besitang atau dari BPBD Kabupaten Langkat.

Sementara itu di Kecamatan Seilepan dan Berandan Barat, pengguna jalan tol menumpuk di Gerbang Tangkahan Durian, dikarenakan kiri dan kanan telah tergenang banjir.

Berikutnya banjir juga melanda Kecamatan Babalan, yakni di Jalan Sutomo,  Kartini, Kalimantan dan Pajak Pagi. 

Begitu juga persawahan Desa Teluk Meku, Desa Securai Selatan, Desa Pelawi Selatan dan Desa Securai Utara telah digenangi air banjir yang mengakibatkan tanaman padi milik warga seluruhnya telah tenggelam.

Kemudian di Kecamatan Gebang, Desa Katib Darus, sebagian warga telah mengungsi ke dataran yang paling tinggi seperti di Desa Paluh Manis.

Kondisi banjir terkini di desa teluk meku kecamatan Babalan(Poto/dok masyarakat)m/lkt1)

Mengenai jumlah korban yang terdampak musibah banjir dari ke enam kecamatan tersebut, sampai saat ini tim Metro Online belum dapat keterangan resmi dari pihak BPBD Langkat.

Pastor RD Silvester Asan Marlin mengatakan sampai saat ini jumlah korban yang mengungsi di Sekolah Gereja Khatolik Santo Yosep  Kecamatan Besitang belum terdata. Masalahnya terkendala jaringan selular.

Pastor RD Silvester mengatakan, pihaknya akan mengirimkan bantuan sembako bagi pengungsi yang ada di Sekolah Gereja Khatolik Santo Yosep Besitang. Namun terkendala akibat kemacetan kendaraan di beberapa titik menuju Kecamatan Besitang.

Melalui media ini, Pastor meminta kepada seluruh Pengurus Stasi Khatolik agar melaporkan dampak bencana alam yang terjadi di daerah masing-masing melalui grup WhatsApp.

Camat Besitang, Restra Yudha mengatakan, untuk saat ini tim SAR dari BPBD Langkat telah mendirikan posko penanggulangan bencana, dan bantuan juga sudah mulai disalurkan buat masyarakat yang saat ini mengungsi.

Hingga berita ini diterbitkan, hujan belum reda. Diperkirakan jumlah korban pengungsi masih akan bertambah banyak lagi.(haloho/mp/lkt1)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini