![]() |
| Foto : Jembatan Baru Proyek Dinas SDABMBK Deliserdang di Tanjung Morawa Jebol ( MOL/GN) |
Hal ini menjadi perbincangan dan muncul berbagai spekulasi serta dugaan ini sengaja dilakukan untuk mengumpulkan uang yang mengalir ke kantong Bupati karena dilakukan oleh orang orang yang selama ini dikenal dekat dalam ring satu Bupati Deliserdang.
Beberapa Kepala Dinas yang dikonfirmasi tak menampik hal ini, mereka mengakui kalau JP ini berperan penting sebagai orang dekat Bupati untuk mengatur proyek.
Sementara JP saat dikonfirmasi membantah hal itu.
" Enggak bener itu isunya, " ungkap JP, Rabu,11/9/2025.
KPK dan Kejaksaan diharapkan dapat mengusut kegiatan proyek yang sudah banyak berjalan saat ini, sekaligus memonitor dugaan gratifikasi dan suap menyuap dalam jual beli proyek hingga untuk mendapatkan proyek dilakukan para pejabat dilingkup Pemkab Deli Serdang.
![]() |
| Foto : Proyek Jembatan ( MOL/GN) |
" Sudah banyak yang curi start duluan sejumlah proyek di Deliserdang meski proses pembahasan anggaran dilakukan antara DPRD dan Pemkab. Tapi itu biasa terjadi karena bukan jadi rahasia umum diduga ada uang duluan disana, namun yang menjadi perhatian saat ini semua proyek diduga sudah dikuasai orang dekat Bupati yang santer itu berinisial ZP. Itu rata rata dinas untuk kegiatan proyek katanya harus melalui persetujuan JP ini," ujar Syahrul. Rabu,11/9/2025.
Syahrul menambahkan, besar sekali peran JP dilingkaran Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) Deliserdang meski bukan ASN dan orang yang memiliki keahlian Konsultan tapi diduga diberi kuasa untuk mengelola proyek Milyaran di Deliserdang.
" Ini kan asumsinya bisa miring, bisa saja masyarakat menduga sengaja diciptakan untuk mengumpulkan uang balikkan modal, tapi bisa menjurus pada korupsi dan gratifikasi. Ya ini tugas KPK dan Kejaksaan mengusut hal ini," terang Syahrul.
Pantauan, dibeberapa tempat pembangunan jembatan dan jalan sudah ada yang selesai namun ada juga yang kualitasnya sangat memperihatinkan seperti Jembatan di Gang Bilal Jalan Arteri Bandara, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Baru dibangun dua bulan sudah ambrol.
Proyek Tunjuk Langsung senilai hampir Rp 200 juta dikerjakan CV Amanah Anugrah Mandiri dengan anggaran APBD Tahun 2025 dengan judul rehabilitasi / pemeliharaan berkala jembatan di tanggung jawabi oleh Dinas SDABMBK Kabupaten Deli Serdang. Baru dua bulan selesai sudah jebol dan remuk. Ini menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan sangat buruk dan merugikan negara.
" Memang pasti belum dibayar oleh Pemkab karena dikerjakan dulu ini, tapi nanti liat pasti cuma ditempel tempel dan di ACCkan lewat. Pada hal kualitas pembangunan jembatan ini diduga sangat buruk hingga baru dua bulan umurnya sudah remuk, masalah ini," Pungkas Bambang warga setempat.( GN)


