2 Kurir 4 Kg Sabu Dihargai Rp2 M Jadi 'Pesakitan'

Sebarkan:



Dua terdakwa kurir 4 kg sabu dihadirkan sebagai 'pesakitan' secara daring di PN Medan. (MOL/Ist)


MEDAN | Dua sekawan yakni Muhammad Dahlan Thaiby (52), warga Kecamatan Sako, Kota Palembang dan Muhammad Suryadi (24), warga Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (20/1/2021) menjalani sidang perdana secara daring di ruang Cakra 3 PN Medan, 


Keduanya dihadirkan ke persidangan sebagai 'pesakitan' secara daring dalam perkara menjadi perantara jual beli alas kurir narkotika Golongan I jenis sabu seberat 4 Kg yang dihargai calon pembelinya sebesar Rp2 miliar.


Dalam dakwaan JPU dari Kejati Sumut Fransiska Panggabean menguraikan, Jumat (10/7/2020) lalu, terdakwa Muhammad Dahlan dihubungi oleh Tengku Aji (belum tertangkap) yang menanyakan kepada terdakwa apakah ada pembeli sabu.


Keesokan harinya, terdakwa pun dihubungi oleh saksi Toga Marudut Parhusip (petugas kepolisian yang melakukan penyamaran sebagai pembeli.


Terdakwa kemudian menghubungi Tengku Aji dan mengatakan ada yang mau  beli sabunya. Sekitar pukul 10.00 WIB, terdakwa mengajak serta Muhammad Suryadi yang sebelumnya dihubungi terdakwa agar bersama-sama sebagai perantara jual beli sabu dengan menjanjikan akan diberi upah.


Sementara harga sabu 4 Kg yang disepakati dengan saksi Toga sebesar Rp2 miliar.


Malam harinya terdakwa Dahlan menghubungi Tengku Adji dan sepakat berjumpa di  dekat penjual durian, 'Durian Ucok'. Kedua terdakwa pun berangkat ke lokasi tersebut di Jalan Pelajar, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan. Sesampai di lokasi, Tengku Adji yang sudah menunggu terdakwa langsung memasukan 4 bungkus besar sabu ke dalam mobil terdakwa Muhammad Dahlan.


Kedua terdakwa kemudian berangkat menuju lokasi yang dijanjikan untuk bertemu dengan pembeli. Tidak menunggu lama,  Dahlan pun menyuruh Muhammad Suryadi untuk mengambil paket berisi serbuk putih dari dalam mobil terdakwa untuk dimasukan ke dalam mobil pembeli.


Dasar lagi apes, kedua terdakwa langsung dibekuk petugas kepolisian yang sedang melakukan penyamaran. Hasil pemeriksaan laboratorium, paket berisi kristal putih yang dimasukkan ke dalam mobil petugas tersebut mengandung methamphetamin, akrab disebut: sabu.


Kedua terdakwa masing-masing dijerat pidana Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 UU Narkotika. (ROBERTS)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini