loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Tidak Terima Diterlantarkan, Istri Guru Honorer SMPN 4 Lapor ke Polres Binjai

Tim Redaksi: Rabu, 05 Desember 2018 | 16:51 WIB

khairani saat melaporkan suaminya MR ke SPKT Polres Binjai

BINJAI - Seorang guru honorer di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Binjai, berinisial MR (26) diduga menelantarkan istri yang baru saja dinikahinya. 

Tidak terima atas penelantaran tersebut, istri MR, Khairani Ulfa (25), warga Jalan Ikan Arwana, Kel. Dataran Tinggi, Kec. Binjai Timur melaporkan perbuatan suaminya ke Polres Binjai, Rabu (5/12/2018).

Usai membuat laporan, kepada sejumlah awak media Khairani Ulfa menjelaskan, dia dan suaminya menikah pada Desember 2017 lalu. 

Tiga hari pasca menikah, kata Khairani, hubungan mereka masih berjalan dengan baik. Lantas, kegaduhan mulai terjadi saat mereka tinggal di rumah orangtua sang suami. 

"Ketika itu saya dipaksa menyapu rumah. Padahal rumah itu baru saja saya sapu. Akhirnya terjadi pertengkaran dan saya dikurung di dalam kamar," ungkap Khairani. 

Akibat pertengkaran tersebut, sambung Khairani, orangtua suaminya akhirnya ikut campur. Sehingga hubungan rumah tangga mereka semakin retak. "Setelah itu sampai sekarang kami tidak pernah serumah. Bahkan saya tidak pernah dinafkahi," kata honorer staf TU di SMPN 4 Binjai ini. 

Selama pisah ranjang, sebut Khairani, mereka masih bertemu di sekolah. Bahkan MR kerap menyinggung perasaannya. "Dia suka bilang saya sudah tidak perawan. Belakangan saya juag diberitahu temannya, bahwa suami saya itu menikahi saya hanya untuk taruhan," bebernya. 

"Sekarang proses perceraian sedang berlangsung di Pengadilan Agama. Saya juga tidak habis pikir, belum lagi ada putusan perceraian, suami saya sudah bertunangan dengan wanita lain," cetuanya. 

Khairani berharap, agar polisi dapat menindak lanjuti perbuatan suaminya tersebut. "Kalau bisa segera diproses. Karena selain diterlantarkan, saya juga dijadikan bahan taruhan," imbuhnya. 

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan, saat dikomfirmasi mengakui sudah menerima laporan korban. "Kasusunya akan kita pelajari untuk proses lebih lanjut," ucapnya singkat. (Ismail).



Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html