loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Miris..! Nasi Kotak & Snack Paripurna DPRD Paluta Selalu Made In Padangsidimpuan

Tim Redaksi: Selasa, 09 Oktober 2018 | 12:45 WIB

Paripurna DPRD Paluta
PALUTA-Belakangan ini setiap ada acara rapat paripurna di gedung  DPRD Kabupaten Padang lawas utara (Paluta), Sekretariat DPRD Paluta sering mengadakan  kue kotak (snack) dan  nasi kotak rapat made in (berasal) dari kota Padangsidimpuan yakni, daerah pemerintahan kota yang bertetangga dengan daerah kabupaten Paluta.

Salah satu penggiat sosial di Kabupaten Paluta, Ginda Nugraha Parlaungan Harahap menyayangkan hal tersebut. Karena menurutnya ini adalah salah satu bentuk pelecehan terhadap warga Paluta utamanya bagi para pengusaha ataupun pedagang kuliner di kota gunung tua.

"Dengan cara oknum Panitia kegiatan rapat di DPRD Paluta seperti itu, seolah menggambarkan bahwa masyarakat, pedagang kuliner di Paluta tak bisa bikin kue dan masakan nasi yang enak dan bermutu..membelanjakan nasi kotak dan kue yang bersumber dari APBD Paluta ke daerah lain memang nampak permasalahannya sepele,tapi ini cukup menghina bagi pedagang kuliner kue kotak dan pengusaha rumah makan yang  menyiapkan nasi kotak di daerah bonapasogit Paluta," ungkap Ginda Selasa (9/10/2018).

Ginda menduga pengadaan kue dan nasi kotak dari kota Padang sidempuan  Pada setiap rapat di DPRD Paluta belakangan ini adalah ide dari salah satu oknum PNS pada bagian panita kegiatan rapat disekretariat DPRD Paluta yang berasal dan tinggal di Kota Padangsidempuan,serta Ginda juga menduga ada persekongkolan masalah harga pembelian dengan pihak pedagang atau  pengusaha  kue maupun nasi kotak tersebut.

"Pantas saya menduga.. masa snack kue kotak dan nasi kotak pada setiap ada rapat di DPRD belakangan ini harus repot di membawanya dari kota Padangsidempuan dengan jarak tempuh 70 km,di kota gunung tua kan ada pengusaha dan pedagang yang bisa menyediakan kue kotak (snack) dan nasi kotak itu," ungkapnya.

Selain itu kata Ginda ,jika pengadaan kue kotak dan nasi kotak  yang bersumber  dari APBD Paluta tersebut dibelanjakan di daerah Paluta uangnya akan tetap berputar di sekitaran pedagang dan pengusaha kuliner di daerah Paluta.

"Lagi pula dengan membelanjakan bahan konsumsi kue kotak dan nasi kotak pada setiap kegiatan Pemkab dari para pedagang kuliner dan pengusaha rumah makan di  Paluta, merupakan  salah satu bentuk pemkab untuk mensupport dan mengembangkan usaha mikro kuliner rumahan di bumi balakka," pungkas Ginda lagi.

Hingga berita ini diturunkan Seretaris DPRD Paluta  belum bisa ditemui untuk meminta tanggapannya.(GNP)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html