loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Puncak Arus Mudik di Bandara Kualanamu Diprediksi Pada H-2

Tim Redaksi: Senin, 11 Juni 2018 | 00:16 WIB


Deliserdang - Menghadapi libur panjang Idul Fitri 1439 H Tahun 2018, jumlah maskapai yang mengajukan penambahan jadwal penerbangan (ekstra flight) di Bandara Kualanamu terus bertambah.

Manager Humas Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto pada Minggu (10/6/2018) menerangkan pada libur panjang lebaran Tahun 2018 6 maskapai sudah mengajukan penambahan jadwal penerbangan (ekstra flight).

Enam maskapai yang mengajukan ekstra flight yaitu maskapai Malaysia Airline yang menambah satu kali jadwal penerbangan dengan rute Kuala Lumpur, Malaysia - Bandara Kuanamu sejak tanggal 13 Juni 2018 sampai 15 Juni 2018. Maskapai Sriwijaya Air menambah jadwal penerbangan tujuan Jakarta sejak tanggal 7 Juni 2018 sampai 30 Juni 2018. Maskapai Garuda Indonesia menambah jadwal penerbangan rute Bandara Kualanamu - Jakarta sejak tanggal 11 Juni 2018 sampai 23 Juni 2018.

Kemudian, Maskapai Malindo Air menambah jadwal penerbangan tujuan Kuala Lumpur, Malaysia sejak tanggal 11 Juni 2018 sampai 26 Juni 2018. Maskapai Silk Air menambah jadwal penerbangan tujuan Singapura sejak tanggal 11 Juni 2018 sampai 23 Juni 2018 serta maskapai Jet Star yang menambah jadwal penerbangan ke Singapura sejak tanggal 12 Juni 2018 sampai 23 Juni 2018.

"Total extra flight untuk dari ke 6 maskapai selama libur lebaran Tahun 2018 berjumlah 152 flight," kata Wisnu.

Lanjut Wisnu, pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 Rabu (13/6/2018).

"Diprediksi akan terjadi kenaikan jumlah penumpang mencapai 8-9 persen dibanding dengan tahun lalu. Berdasarkan Summary Report Data Angkutan Lebaran 2018 pada H-6 tanggal 9 Juni 2018 pergerakan penumpang mencapai 32.899 penumpang dan mengalami kenaikan 9 persen dibanding Tahun 2017 yang mencapai 29.899 penumpang," tegas Wisnu.

Sementara untuk pergerakan pesawat, dijelaskan Wisnu, mengalami penurunan dimana pada Tahun 2018 berjumlah 230 pergerakan dan turun sekira 3 persen dibanding tahun 2017 yang mencapai 236 pergerakan. (Manahan)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html