Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Baru Setahun Diaspal, Simpang Pasar Lima Marelan Berkubang

Tim Redaksi: Jumat, 29 Juni 2018 | 16:17 WIB




MEDAN UTARA- Baru setahun diaspal, kondisi Jalan Marelan Raya tepat di persimpangan Pasar Lima, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan telah rusak berkubang.

 Pantauan di lapangan, Jumat (29/6), menyebutkan, hujan turun semalaman mengakibatkan kerusakan simpang yang mengakseskan Marelan ke ‎Medan Labuhan dipenuhi genangan air. Kubangan menganga akibat aliran air tidak bisa mengalir ke saluran drainase.

 Salah satu warga, Hamdan (39) mengatakan, kondisi kubangan sudah terjadi sejak masuk bulan suci ramadan, kerusakan jalan karena air tegenang di badan jalan, karena tidak bisa mengalir ke saluran drainase.

 Genangan air akibat dari kondisi bangun depan usaha atau ruko mlik warga menutup saluran air, sehingga kondisi jalan yang baru diaspal setahu lalu kondisinya kembali rusak.

 "Harusnya, pemerintah segera membenahi drainase yang menyumpat, karena aliran air tidak bisa mengalir ke drainase karena tertutup dengan titi yang ada di depan usaha rumah warga," kata Hamdan.

 Harapan pria yang menetap di Jalan Paku, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan ini, kerusakan jalan sebagai akses Marelan menuju Medan Labuhan perlu dilakukan aspal beton, agar kondisi jalan dapat kokoh.

 "Simpang itu kan banyak orang pajak melintas dan mobil berat, sudah tidak layak lagi di aspal biasa. Jadi, perlu dibeton, karena dalam 5 tahun ini sudah ada 3 kali diaspal, rusak terus jalannya," sebut Hamdan.

 Selain itu, Hendra seorang pengendara mengeluh kondisi jalan yang dilalui rusak dan berkubang, karena kondisi itu menghambat mereka melintas dengan adanya genangan air.

 "Lihatlah kalau pagi atau sore, bisa kena macet. Karena kendaraan yang melintas cukup padat, ditambah dengan kondisi jalan rusak, makin parah macetnya," celoteh Hendra.

 Sementara itu, Camat Medan Marelan, T Chairunizza mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kerusakan jalan itu ke Pemko Medan, menganai kondisi aliran air yang tertutup rumah warga, akan segera mereka tertibkan.

 "Sudah berulang kali menghimbau warga dan tidak membuang sampah sembarangan ke parit (drainase), agar kondisi jalan tidak tergenang air. Yang jelas, kita akan turun ke lapangan untuk menertibkan. Mengenai kondisi jalan yang rusak, harapan mereka dapat dibangun dengan beton, agar tidak rusak lagi," ungkap Chairunizza. (mu-1)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait