loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Takut Dikejar Polisi, Mobil Ajudan Kadis PU Deliserdang Terbakar

Tim Redaksi: Jumat, 26 Januari 2018 | 21:51 WIB


Takut dikejar Polisi, mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1632 TV yang ditumpangi Rahim, ajudan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Deliserdang terbakar.

Peristiwa naas tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Lubuk Pakam III, Kecamatan Lubuk Pakam, tepatnya di depan Rumah Sakit Umum (RSU) Sari Mutiara, Lubuk Pakam, pada Jumat (26/1/2018). 

Tidak ada korban jiwa atas peristiwa itu namun kerugian ditaksir jutaan rupiah.

Informasi diperoleh, sebelumnya mobil yang STNK-nya atas nama Bosman Hamonangan Saragih, warga Jalan Linggarjati Kelurahan Merdeka, Kota Pematang Siantar itu yang dikemudikan M Arpanda Juna (25) warga Tanah Raja, Sergai melaju dari arah Perbaungan.

Tiba di Pasar III, Desa Emplasment Kualanamu, Kecamatan Beringin petugas Polsek Beringin yang melintas curiga melihat mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Petugas Polsek Beringin melakukan pengejaran. Namun Arpanda Juna tidak menghiraukannya dan tetap melaju dengan kecepatan tinggi. Saat tiba dilokasi kejadian, mobil yang dikemudikan Arpanda Juna terjebak macet. Petugas langsung menghentikannya dan melakukan penggeledahan namun tidak ada menemukan narkoba dalam mobil.

Untuk penyelidikan, Puji (25) warga Melati Kecamatan Perbaungan, Sergai yang merupakan tunangan Arpanda Juga diamankan ke Mapolsek Beringin.

Tak berapa lama kehebohan pun terjadi. Bagian depan mobil terbakar. Sontak Arpanda Juna dan Rahim yang duduk disebelahnya keluar dari dalam mobil. Warga sekitar termasuk penarik becak motor yang mangkal didepan Rumah Sakit Sari Mutiara membantu memadamkan api. 

Selanjutnya mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Arpanda Juna diparkirkan di depan Rumah Sakit Sari Mutiara.

"Aku takut karena dikejar Polisi. Aku kan bawa tunangan ku,” sebut Arpanda Juna yang mengaku bekerja supir rental.

Sementara Puji kepada wartawan mengatakan sudah mengingatkan tunangannya itu agar jangan ngebut dan kalau memang yang mengejar mereka adalah polisi agar berhenti saja.

"Aku terpaksa pegangan kuat-kuat dalam mobil yang melaju kencang. Aku dijemput pulang kerja dan rencananya kami akan belanja kebaya ke Pajak Ikan, Medan. Saat di Perbaungan kami beli nasi bungkus dan makan dilokasi persawitan. Selama aku pacaran hingga tunangan dengan Arpanda Juna tidak ada tingkah yang aneh,” sebut Puji, yang merupakan karyawan pabrik kopi di daerah Marindal, Medan. (Manahan) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html