Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bangunan Terminal di Selesai Langkat Masih Terbengkalai

Tim Redaksi: Kamis, 25 Januari 2018 | 16:09 WIB


Terminal Selesai, yang terletak di Jalan Lintas Binjai-Bahorok, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, yang dibangun semasa jabatan Bupati dipegang Syamsul Arifin, hingga kini masih terbengkalai, Kamis (25/1/2018).

Bahkan, selama jabatan Bupati Langkat yang kini dijabat H Ngogesa Sitpu, terminal tersebut juga tak tersentuh untuk difungsikan sebagaimana mestinya. 

Akibatnya, miliaran rupiah uang negara terbuang sia-sia. Kini, terminal yang terabaikan selama puluhan tahun itupun sudah tampak usang. Beberapa bangunan yang tak terawat juga mulai rusak. 

Ironisnya, lokasi terminal saat ini kerap dijadikan lokasi wisata pasar malam. Sementara, sekeliling areal terminal dimanfaatkan masyarakat membuka warung untuk mengais rezeki. 

Salah satu warga disana mengaku bernama Yamin mengaku, sangat menyayangkan bangunan yang tidak difungsikan semestinya ini. Dirinyapun berharap, agar pemerintah setempat dapat mengaktifkan terminal itu kembali. 

"Ya, kalau saya ditanya sebagai masyarakat sangat disayangkanlah kalau banguna yang sudah dibangun tak difungsikan, bukan gak banyak uang negara ini dihabiskan disitu bang," terang dia. 

Menurutnya, dengan kembali difungsikan terminal tersebut, justru sangat baik untuk menjadi income tersendiri bagi Pemerintah setempat, dengan kata lain jika dirawat dan difungsikan, selain menjadi lebih terawat, terminal juga akan menaikan APBD.

"Pastinya kalau difungsikan jadi masukan keuangan sendiri bagi pemerintah loh bang. Juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dengan menyewa lapak disana," sebut dia.

Kepala Dinas Kominfo Kab. Langkat, Sahmadi, saat dipertanyakan terkait hal ini menyarankan untuk konfirmasi langsung ke Kadis Perhubungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kab. Langkat, saat dikonfirmasi via selulernya, membenarkan kalau terminal tersebut dibangun semasa Syamsul Arifin. "Kalau tidak salah saya, terminal itu dibangun periode pertama Syamsul Arifin," sebutnya. 

Pasca dibangun, lanjutnya, terminal itu sudah dicoba untuk diaktifkan. Namun pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilak tidak sesuai dengan harapan. "Waktu itu paling Rp300 ribu per bulannya," ungkap Aldres. 

Seiring berjalannya waktu, sambung Aldres, angkutan desa (Angdes) saat ini sudah tidak aktif dan angkutan antar provinsi sudah ditangani pihak provinsi. "Ini salah satu persoalan yang membuat terminal itu tidak dapat difungsikan lagi," sebutnya. 

Untuk mengalihkan Terminal Selesai menjadi bangunan lain agar dapat difungsikan, Aldres mengaku sudah membahas hal tersebut. "Memang sampai sekarang belum ada titik terang bakal dijadikan apa terminal itu. Persoalannya mungkin keterbatasan anggaran Pemkab," paparnya.

Disinggung soal pasar malam yang kerap diselenggarakan di areal terminal, Aldres juga tak menepis hal tersebut. "Itu tidak masuk ke PAD. Dana yang didapat untuk perawatan terminal itu sendiri," terangnya. (lkt-1) 


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait