![]() |
| Truk antri panjang akibat kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Raya Pelabuhan Belawan. (mol/rustam). |
MEDAN | Walau sudah lama berlangsung, kemacetan arus lalu lintas di Jalan Raya Pelabuhan Belawan masih kerap terjadi dan belum ada terlihat upaya untuk mengatasinya, Kamis (11/9/2025).
Penyebab kemacetan pada jalan vital logistik itu banyak diantaranya, penyempitan badan jalan akibat banyak mobil jenis truk parkir sembarangan di sisi kanan dan kiri jalan.
Selain itu, mobil mogok, mobil truk berhenti karena perbaikan ban, beli rokok atau air mineral dari pedagang yang ada di pinggir dan pulau jalan.
Kemudian, kemacetan juga kerap terjadi akibat lalu lalang mobil truk yang akan masuk maupun keluar dari PT BI, PT Sinarmas, pergudangan truk, SPBU Kampung Salam dan depo logistik.
Kondisi tersebut diperparah kondisi jalan Pelabuhan Raya yang banyak rusak dan berlobang serta tergenang air serta masih adanya aksi pemalakan terhadap supir truk.
Sedangkan waktu kemacetan bisa terjadi kapan saja dan biasanya berlangsung selama setengah hingga satu jam dengan panjang mobil yang antri akibat macet bisa mencapai ratusan meter.
Akibat hal itu, arus lalulintas barang dari dan menuju Pelabuhan Belawan terganggu serta telah banyak merugikan pengusaha.
Sejumlah pengusaha angkutan sudah melaporkan kondisi kemacetan dan jalan dimaksud ke DPC Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Belawan. Namun belum menuai hasil yang diharapkan.
"Kita sudah sering menyampaikan aspirasi anggota ke Pelindo selaku tapi sampai sekarang belum berhasil," kata Ketua DPC Organda Angsuspel Belawan Ery Salim.
Selain adanya keterlambatan barang bawaan, pencurian terhadap barang milik truk seperti ban serep dan dongkrak yang sedang mogok juga sering terjadi.
"Akibat kemacetan itu, terkadang truk butuh waktu sekitar satu jam untuk melintasi jalan yang panjangnya hanya sekitar tiga kilometer," ungkap Ery.
Putra kelahiran di Jalan Veteran Belawan itu mengaku malu dengan kondisi Jalan Raya Pelabuhan Belawan saat ini.
"Tak usah dibanding dengan kondisi jalan pelabuhan di Malaysia dan Singapura jika dibandingkan dengan kondisi jalan pelabuhan Surabaya saja, kita sudah tertinggal jauh dan memalukan," ujarnya.
Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Zulfahri Siagian mendesak instansi terkait segera mengatasi semua permasalahan di Jalan Raya Pelabuhan Belawan.
"Pengiriman ikan dari pelabuhan perikanan ke luar kota juga sering telat disebabkan kemacetan tersebut," ungkapnya.
Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan AKP Edward Simajuntak dan Humas Pelindo Regional 1 Fadillah belum bersedia dikonfirmasi. (RE Maha/REM).

