Terkait Wartawan Dillarang Meliput Saat Razia Tempat Hiburan Malam

Terkait masalah pelarangan peliputan oleh seorang oknum Perwira jajaran Polres Binjai, Kapolsek Binjai Timur, AKP Ngemat Surbakti yang saat itu membentak dan melarang seorang wartawan telivisi swasta Irfan Purba untuk meliput razia narkoba yang digelar BNN bersama TNI dan Polri pada Sabtu (2/4/16) lalu ternyata mendapat tanggapan serius dari Kapolres Binjai, AKBP Mulya Hakin Solichin Sik dan jajaran Perwira Polres Binjai.
Kapolres Binjai, AKBP Mulya Hakin Solichin Sik menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh wartawan Kota Binjai yang bertugas di jajaran Polres Binjai.
"Saya atas nama Polres Binjai meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan atas tindakan salah seorang perwira jajaran Polres Binjai yang mencoba melarang wartawan untuk mengambil gambar. Namun hal itu kami lakukan karena ada pertimbangan tertentu dan tidak ada maksud lain, sekali lagi saya minta maaf," terang Kapolres saat melakukan pertemuan dengan wartawan di jalan Jendral Ahmad Yani, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Selasa (5/4/16).
AKBP Mulya Hakim Solichin juga meminta kepada jajaran perwira Polres Binjai, kususnya para Kapolsek untuk lebih terbuka dan lebih mengenal seluruh wartawan yang bertugas dijajaran unit Polres Binjai.
"Saya minta agar seluruh perwira jajaran Polres Binjai untuk lebih dekat dengan wartawan, sehingga perselisihan seperti ini tidak lagi terjadi dan tidak ada lagi salah faham diantara pihak kepolisian dan wartawan," ujarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (5/4/16) lalu, BNN Binjai bersama TNI dan Polri melakukan razia ketempat hiburan malam, sayang, razia yang awalnya berjalan lancar, harus dikotori oleh tingkah oknum perwira di jajaran kepolisian Polres Binjai. Seorang oknum Kapolsek, mencoba menghalang-halangi wartawan saat menjalankan tugas.
Dengan lantang Kapolsek Binjai Timur AKP Ngemat Surbakti, membentak Irfan. "Hai kau siapa," bentak AKP Ngemat Surbakti, kepada Irfan, yang tercatat sebagai salah satu jurnalis elektronik televisi swasta nasional ini.
Sambil mengabadikan gambar melalui handycam. Pria berkepala plontos ini menjawab kalau dirinya wartawan. "Saya wartawan pak," terang Irfan, yang juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini coba menjelaskan.
"Wartawan mana kau, kata Kapolres tidak dibenarkan mengambil gambar ya," ketus AKP Ngemat, kembali mencoba menghadik Irfan.
Merasa terusik, Irfan lantas mencoba berargumen kepada perwira menyandang pangkat balok tiga dipundaknya ini. "Benar itu kata Kapolres. Biar nanti saya tanya ke Kapolres. Ngapain pulak bapak halang-halangi kita ambil gambar. Kitapun tahu mana yang mesti diabadikan," celoteh Irfan, yang tepat disebelahnya berada AKBP Safwan Khayat selaku Kepala BNN Kota Binjai.
Melihat Irfan mulai naik darah karena merasa diintimidasi saat meliput. Beberapa personil kepolisian yang mengenal Irfan coba menenangkan. Sementara, AKP Ngemat akhirnya, mulai tertekun sembari berlalu meninggalkan ruangan salah satu Karaoke, yang digeledah.
Kericuhan yang sempat terjadi akhirnya berlalu. Personil gabungan terus menyeser tempat-tempat hiburan. Satu persatu pengunjung diperiksa dan menjalani tes urine. Sampai pukul 01.00 dinihari. Razia, selesai dilaksanakan ditempat-tempat hiburan yang ada di Kota Binjai.(hendra)
Terkait masalah pelarangan peliputan oleh seorang oknum Perwira jajaran Polres Binjai, Kapolsek Binjai Timur, AKP Ngemat Surbakti yang saat itu membentak dan melarang seorang wartawan telivisi swasta Irfan Purba untuk meliput razia narkoba yang digelar BNN bersama TNI dan Polri pada Sabtu (2/4/16) lalu ternyata mendapat tanggapan serius dari Kapolres Binjai, AKBP Mulya Hakin Solichin Sik dan jajaran Perwira Polres Binjai.
Kapolres Binjai, AKBP Mulya Hakin Solichin Sik menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh wartawan Kota Binjai yang bertugas di jajaran Polres Binjai.
"Saya atas nama Polres Binjai meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan atas tindakan salah seorang perwira jajaran Polres Binjai yang mencoba melarang wartawan untuk mengambil gambar. Namun hal itu kami lakukan karena ada pertimbangan tertentu dan tidak ada maksud lain, sekali lagi saya minta maaf," terang Kapolres saat melakukan pertemuan dengan wartawan di jalan Jendral Ahmad Yani, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Selasa (5/4/16).
AKBP Mulya Hakim Solichin juga meminta kepada jajaran perwira Polres Binjai, kususnya para Kapolsek untuk lebih terbuka dan lebih mengenal seluruh wartawan yang bertugas dijajaran unit Polres Binjai.
"Saya minta agar seluruh perwira jajaran Polres Binjai untuk lebih dekat dengan wartawan, sehingga perselisihan seperti ini tidak lagi terjadi dan tidak ada lagi salah faham diantara pihak kepolisian dan wartawan," ujarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (5/4/16) lalu, BNN Binjai bersama TNI dan Polri melakukan razia ketempat hiburan malam, sayang, razia yang awalnya berjalan lancar, harus dikotori oleh tingkah oknum perwira di jajaran kepolisian Polres Binjai. Seorang oknum Kapolsek, mencoba menghalang-halangi wartawan saat menjalankan tugas.
Dengan lantang Kapolsek Binjai Timur AKP Ngemat Surbakti, membentak Irfan. "Hai kau siapa," bentak AKP Ngemat Surbakti, kepada Irfan, yang tercatat sebagai salah satu jurnalis elektronik televisi swasta nasional ini.
Sambil mengabadikan gambar melalui handycam. Pria berkepala plontos ini menjawab kalau dirinya wartawan. "Saya wartawan pak," terang Irfan, yang juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini coba menjelaskan.
"Wartawan mana kau, kata Kapolres tidak dibenarkan mengambil gambar ya," ketus AKP Ngemat, kembali mencoba menghadik Irfan.
Merasa terusik, Irfan lantas mencoba berargumen kepada perwira menyandang pangkat balok tiga dipundaknya ini. "Benar itu kata Kapolres. Biar nanti saya tanya ke Kapolres. Ngapain pulak bapak halang-halangi kita ambil gambar. Kitapun tahu mana yang mesti diabadikan," celoteh Irfan, yang tepat disebelahnya berada AKBP Safwan Khayat selaku Kepala BNN Kota Binjai.
Melihat Irfan mulai naik darah karena merasa diintimidasi saat meliput. Beberapa personil kepolisian yang mengenal Irfan coba menenangkan. Sementara, AKP Ngemat akhirnya, mulai tertekun sembari berlalu meninggalkan ruangan salah satu Karaoke, yang digeledah.
Kericuhan yang sempat terjadi akhirnya berlalu. Personil gabungan terus menyeser tempat-tempat hiburan. Satu persatu pengunjung diperiksa dan menjalani tes urine. Sampai pukul 01.00 dinihari. Razia, selesai dilaksanakan ditempat-tempat hiburan yang ada di Kota Binjai.(hendra)
