-->

Pasar Bakaran Batu Sepi Pembeli, Puluhan Kios Ditinggal Pedagang

Sebarkan:
FB_IMG_1455710718379

Puluhan kios di Pasar Bakaran Batu Lubuk Pakam yang terletak di Jalan Bidan Desa Bakaran Batu Kecamatan Lubuk Pakam yang diresmikan pada Rabu (12/3/2014) lalu oleh Amri Tambunan yang saat itu menjabat sebagai Bupati Deliserdang terlihat sepi akibat ditinggal para pedagang yang sebelumnya direlokasi oleh Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Deliserdang dari pasar seputaran pusat perbelanjaan Delimas Plaza.

 

Para pedagang tersebut memilih kembali berjualan diseputaran pusat perbelanjaan Delimas Plaza karena Pasar Bakaran Batu sepi pembeli dan para pedagang merugi karena barang dagangannya membusuk.

Seperti pengamatan wartawan pada Rabu (17/2) sore terlihat puluhan kios terlihat sepi bahkan pengakuan para pedagang kondisi sepi ini selalu terjadi setiap harinya.

Berdasarkan pengakuan Boru Situmorang salah seorang pedagang yang mengaku sudah berjualan di Pasar Bakaran Batu sejak dua tahun lalu. Namun sejak dirinya direlokasi dari pasar diseputaran pusat perbelanjaan Delimas Plaza omset penjualannya selalu menurun karena sepi pembeli.

Bahkan dirinya selalu merugi karena banyak barang dagangannya yang tidak laku hingga akhirnya terbuang dan busuk,”pasar hantunya ini, sepinya macam hutan dan kuburan. Lihatlah sepinya cemana, pedagangnya pun kebanyakan tidur karena sepinya pembeli. Bagaimana pasar ini mau ramai pasar kalau ada dua pasar di Lubuk Pakam ini. Sudah banyak juga pedagang disini yang kembali berjualan di sekitar pajak Delimas karena disana lebih banyak pembelinya dan laku , kalau ada becakku sudah pindah juga aku dan kubawa barang daganganku ini tapi sekarang ini tidak ada becakku makanya aku bertahan berjualan disini ,” keluh Boru Situmorang yang dibenarkan para pedagang lainnya.

Para pedagang pun berharap agar kondisi ini menjadi perhatian Pemkab Deliserdag khususnya Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan Dinas Pasar. Para pedagang ini pun mengaku jika dibiarkan terus seperti ini maka para pedagang ini akan semakin merugi dan akhirnya gulung tikar ,” seharusnya Pemkab Deliserdang peduli dengan nasib kami para pedagang disini karena kami juga warga Deliserdang juga , jangan dibiarkan seperti ini. Pemkab Deliserdang harus segera mengusahakan agar pasar ini ramai pembeli karena yang merelokasi kesini juga Pemkab Deliserdang , jangan tahunya hanya merelokasi aja tapi nasib kami tidak diperdulikan ,” cetus pedagang lainnya.

Tidak hanya mengeluhkan sepinya pembeli , para pedagang ini juga mengeluhkan minimnya perawatan fasilitas yang ada di Pasar Bakaran Batu seperti toilet yang tidak hidup airnya ,” sebenarnya toilet di Pasar Bakaran Batu ini banyak tapi yang airnya hidup cua satu saja. Tidak hanya itu kondisinya pun baunya minta ampun karena tidak ada air , kalau seperti ini siapa yang tahan berjualan disini ,” keluh pedagang lainnya.

Jika Pasar Bakaran Batu sepi dari pembeli , kondisi sebaliknya terjadi di pasar seputaran pusat Perbelanjaan Delimas yang selalu ramai pedagang dan pembeli khususnya di pagi hari hingga mengakibatkan jalan macet karena para pedagang berjualan hingga ke bahu jalan. Kondisi ini pun diperparah kendaraabn yang sembarangan parkir.

Sementara itu Camat Lubuk Pakam Batara Harahap tidak mau disalahkan atas kembalinya para pedagang berjualan di seputar pusat perbelanjaan Delimas Plaza. Menurutnya sudah berulang kali dirinya melakukan penertiban terhadap pedagang yang ada di seputaran Delimas Plaza Lubuk Pakam,” seperti yang kalian tahu sudah berulang kali kita tertibkan. Saya masih di Pekan Baru ini besok baru pulang , saya akan berkoordinasi lagi sama Dinas Pasar,” tegas Batara saat dikonfirmasi wartawan. (Walsa)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini