Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Masyarakat Resah, Gas LPG 3 Kg di Langkat Langka

Tim Redaksi: Selasa, 07 November 2017 | 23:10 WIB


Masyarakat Resah, Gas LPG 3 Kg di Langkat Langka


LANGKAT-Sejumlah warga di Kabupaten Langkat mengeluh akibat  langkanya  Gas LPG  3 Kg disejumlah daerah kecamatan. Belum diketahui penyebab kelangkaan gas "melon". Namun warga resah terutama kalangan ibu rumah tangga.  

"Sudah beberapa bulan ini  gas tiga kilo mengalami kelangkaan   kalaupun ada di kios  harganya tinggi dari Rp 21 ribu," sebut Endi  warga Padangcermin  Kecamatan Selasai, Langkat, Selasa (7/11).

Endi  yang membantu istri  berjualan gorengan, setiap dua hari harus esktra  mencari pangkalan yang memasok gas.  Karena bila keburu kehabisan gas, ia harus  rela membeli gas Rp 22  ribu pertabung  di kios dekat rumahnya .

Keluhan serupa dialami  Painah (35) warga Tanjungjati, Kecamatan Binjai, Langkat yang berbatasan dengan Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai. Ia terpaksa  membeli gas  dengan  harga Rp 25 ribu. "Saat ditanya pemilik kios ngaku ia menjual mahal karena sulit mendapatkannya," sebut Paiman, menirukan ucapan pemilik kios itu.

Untuk itu, sejumlah masyarakat Langkat  meminta pemerintah daerah agar melakukan pengawasan  ke sejumlah Pangkalan. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada pangkalan nakal yang diduga melakukan spekulasi harga. Hal ini mengakibatkan merugikan konsumen yakni masyarakat kecil.

“Kita heran  mengapa begitu gas tiba di  pangkalan  tidak lama langsung stoknya habis  anehnya sejumlah kios pengecer kok bisa dengan harga yang mahal," sebut Zainul,  warga lain.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Pemkab Langkat Sutrisuanto yang dikonfirmasi via telepon selularnya mengakui ada keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas tersebut. Untuk mengantisipasi itu, Pemkab Langkat telah mengajukan tambahan  ke SR Pertamina.

Diakuinya dari pasokan berkisar 700 ribu, pihaknya meminta tambahan 21 LO (Loading Order) ke Pertamina yakni satu 1 Lo sebanyak 560 unit tabung  (10 ribu tabung ) untuk  bulan Oktober 2017 lalu. Namun sampai saat ini belum terealisasi dan belum ada jawaban sama sekali.


Dari keterangan sejumlah agen, sebut Sutrisuanto mengaku, mereka mendapat pengurangan pasokan gas 3 Kg. Atau tidak mendapat ekstra droping  bila tabung gas 5,5 Kg yang  turut disuplai Pertamina  akhir akhir  ini  tidak berjalan dilapangan. "Ini pengakuan  para agen  dan belum kita  peroleh keterangan resmi  dari Pertamina," sebut Sutrisuanto. (lkt-1) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait