Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kejari Stabat Digeruduk Rekanan, Minta Penyidik Usut Permaian Proyek

Tim Redaksi: Senin, 13 November 2017 | 21:36 WIB




LANGKAT-Forum Bersatu Rekan Rekan Konstruksi Anak Langkat (FBR2KAL), mengadakan unjuk rasa terkait pengelolaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat, Senin (13/11).


Kali ini unjuk rasa yang melibatkan sedikitnya 50 orang menggelar aksi di depan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat. Dalam orasinya, mereka mengaku selama ini tidak mendapatkan proyek pekerjaan yang diadakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Langkat.


Bahkan diakui mereka, secara blak-blakan, kalau mereka sudah memberikan uang pelicin (fee) kepada panitia lelang tender sebesar 16,5% dari besaran proyek yang dilelang. Namun sayang, hingga akhir tender tidak satupun rekanan menerima pekerjaan. 


"Rekan tidak dapat pekerjaan, meski semua persyaratan sudah dilengkapi, termasuk fee 15% duluan, malah yang dapat pekerjaan proyek yakni rekanan luar atau rekanan "pengantin" yang diundang," kata Amir dan Syafril SH, selaku juru bicara rekanan.


Mereka juga membeberkan kasus-kasus proyek miliaran rupiah yang tidak beres dikerjakan ditahun 2016. Dan untuk itu, mereka meminta agar penegak hukum dapat mengusut kasus yang ada.


"Kami minta kejaksaan menangkap pihak-pihak terkait di Dinas PUPR Langkat, data ada sama kami dan akan kami berikan kepada Pak Kajari," seru Amir.


Menyahuti orasi rekanan, Andi Sahputra SH staf Intel Kejari Stabat mengatakan, Kejaksaan melakukan penangkapan berdasarkan penyelidikan dan penyidikan, bekerja sama dengan pihak lain, seperti tim ahli dalam proyek.


"Jika telah memberikan uang pelicin, maka penyidikan akan berusaha membuktikan pemberi dan penerimanya," katanya singkat, sembari berusaha menenangkan pendemo yang dikawal aparat kepolisian.


Usai menggelar orasi beberapa menit, akhirnya 5 orang perwakilan langsung....... ...... ......... ......... ........


[cut]

Kajari Janji Usut Dosa PU Langkat



Usai menggelar orasi beberapa menit, akhirnya 5 orang perwakilan langsung diterima Kajari Stabat Andri Ridwan SH. Mereka melakukan pertemuan guna menyikapi tuntutan dari rekan. Bahkan rekanan sempat memberikan beberapa berkas yang diminta untuk melengkapi penyelidikan.



Setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan rekanan. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat Andi Ridwan SH, angkat bicara dan mengaku bakalan serius menangani tuntutan pendemo.


"Tadi memang ada pertemuan, kita minta rekanan yang pernah menjadi korban segera melengkapi data, memang mereka tadi ada memberikan data, tapi belum lengkap," kata Kajari.


Karena menurut Kajari, bukti itu penting untuk awal penyelidikan dan menyidik. Intinya kita selaku penegak hukum akan serius menangani aspirasi pendemo. Dan Kajari, juga menyesalkan tindakan panitia pelelangan tender yang tidak mengutamakan rekanan putra daerah.


"Masalah ada pelanggaran hukum dalam pelelangan proyek itu memang urgen, apa lagi yang menyampaikan aspirasi ini rekanan putra daerah. Tidak mungkin rekanan tidak tahu, karena mereka yang melakoni selama ini, yang penting lengkap datanya, kita akan sikat," janji Andi Ridwan lagi. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait