Aksi simpatik yang berlangsung di kawasan Simpang Kantor DPRD Tapteng, Kota Pandan, Senin pagi (02/11/2026) ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Dela Antomi SH. Kehadiran perwira pertama tersebut di garis depan menegaskan komitmen institusinya dalam mengedepankan pelayanan preemtif, edukatif, dan humanis.
Pantauan di lokasi menunjukkan AKP Dela Antomi turun langsung ke aspal untuk berinteraksi dengan para pengendara. Mulai dari pengemudi ojek, ibu rumah tangga yang mengantar anak sekolah, sopir angkutan, hingga pengendara mobil bak terbuka disapa secara kekeluargaan sebelum diberikan bingkisan logistik kecil sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan mereka.
Melalui pesan whatsapp Kru Metro-Online.co, AKP Dela Antomi SH memaparkan aksi Ops Patuh Toba di hari ketujuh ini merupakan kelanjutan dari gerakan simpatik yang telah diinisiasi sejak hari sebelumnya. Momentum ini sengaja dimanfaatkan untuk menyentuh aspek kesadaran terdalam para pengguna jalan.
"Kegiatan pembagian roti kepada masyarakat pengguna jalan ini bertepatan dengan hari ketujuh Operasi Patuh Toba. Ini adalah hari kedua berturut-turut kami melaksanakan aksi serupa," ujar AKP Dela Antomi.
Ia menambahkan, setelah melewati fase awal operasi yang berfokus pada sosialisasi masif dan penegakan hukum berkala, momentum pertengahan operasi ini sengaja dirancang untuk membuktikan bahwa polisi hadir bukan untuk menghukum, melainkan untuk melindungi.
"Operasi Patuh pada dasarnya memuat instrumen penindakan. Namun, kali ini kami mengimbanginya lewat pendekatan humanis yang menyentuh hati. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran intrinsik dalam diri pengendara bahwa tertib berlalu lintas adalah demi keselamatan mereka sendiri," tegasnya.
Suasana terlihat haru sekaligus hangat sempat mewarnai titik operasi ketika Kasat Lantas menghampiri seorang ibu pengendara sepeda motor yang kedapatan patuh mengenakan Helm SNI. Sembari menyerahkan roti, AKP Dela memberikan apresiasi langsung dengan nada santun.
"Terima kasih ya, Bu, sudah tertib dan memakai helm. Tolong saling mengingatkan di lingkungan keluarga agar selalu menjaga keselamatan," ucap AKP Dela tulus.
Pendekatan persuasif ini seketika mencairkan ketegangan warga. Pengendara yang semula tampak cemas karena menduga adanya razia penilangan massal, berbalik melempar senyum, bersalaman, hingga mengacungkan jempol sebagai bentuk dukungan moral terhadap Polri.
Satlantas Polres Tapteng menegaskan bahwa target utama dari strategi ini adalah menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas secara signifikan di wilayah hukum Tapteng melalui pembentukan kultur berkendara yang aman.
Melalui momentum hari ketujuh ini, Satlantas Polres Tapteng merilis maklumat edukasi berkendara yang wajib dipedomani oleh seluruh elemen masyarakat:
1.Gunakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI): Pengendara dan penumpang wajib mengenakan pelindung kepala sebagai proteksi keselamatan utama, bukan sekadar pelindung dari sanksi hukum.
2.Kelengkapan Administrasi Kendaraan: Pastikan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dalam posisi aktif sebelum melakukan perjalanan.
3.Larangan Melawan Arus dan Melampaui Batas Kecepatan: Dua jenis pelanggaran ini tercatat sebagai pemicu utama kecelakaan fatal di wilayah Tapteng.
4.Dilarang Mengoperasikan Ponsel Saat Berkendara: Kehilangan fokus walau hanya satu detik di jalan raya berpotensi memicu bahaya fatal.
5.Batasi Kapasitas Penumpang dan Larangan Pengendara Bawah Umur: Orang tua diimbau tegas melarang anak yang belum memiliki SIM untuk membawa kendaraan. Konsep bonceng tiga juga dilarang keras.
6.Gunakan Sabuk Pengaman dan Hindari Overload: Pengemudi roda empat wajib mengenakan safety belt serta tidak membawa muatan berlebih, terutama dilarang mengangkut penumpang di bak terbuka.
7.Sterilisasi Balapan Liar dan Knalpot Brong: Demi menjaga ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan lainnya.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan di jalan raya sebagai sebuah kebutuhan dasar, bukan sekadar karena takut ditilang. Jika kita tertib, kita selamat, dan keluarga yang menunggu di rumah pun merasa tenang," pungkas AKP Dela Antomi.
Operasi Patuh Toba 2026 yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 26 Oktober hingga 08 November 2026 ini dipastikan akan terus konsisten memadukan tindakan edukatif berkala serta penegakan hukum selektif bagi pelanggaran berat yang membahayakan nyawa. (YAS/REM)

