-->

Kesal Air Macet Iuran Bengkak, Emak Emak di Padangsidimpuan Protes ke Kantor PDAM Tirtanadi

Sebarkan:

 

Sejumlah emak-emak saat meminta tanggapan ke pihak PDAM Tirtanadi  akibat pasokan air bermasalah. (MOL/Syahrul).

PADANGSIDIMPUAN | Puluhan emak-emak di Kota Padangsidimpuan mendatangi Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Padangsidimpuan, Kamis (1/10/2026). Mereka memprotes aliran air bersih yang sudah berhari-hari macet dan tidak mengalir ke rumah warga.

Rombongan ibu-ibu dari kelurahan Batang Ayumi, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan tersebut meluapkan kekesalan karena kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan mandi.

"Sudah dalam dua bulan ini air macet dan ngak beres, bahkan dalam beberapa hari ini tidak mengalir. Kami mau masak susah, mau mandikan anak susah apalagi mau ke sekolah jadi semua terkendala. Bayar tiap bulan lancar, tapi airnya macet terus," ungkap Misni Aprinayanti, kepada metro-online co.

"Kalau pun air ada, itupun datangnya tengah malam bahkan subuh, bayangkanlah bang, kami harus begadang untuk mendapatkan air, tapi pembayaran membengkak. Pelanggan daerah yang lain air aman-aman saja, air tiap hari datang,, kenapa di tempat kami tidak?," kesalnya.

Warga mengaku sudah beberapa kali melapor ke petugas PDAM, namun belum ada solusi. Bahkan saat air mengalir, debitnya kecil dan datangnya tengah malam.

Aksi emak-emak mendatangi kantor PDAM karena air mati atau macet merupakan peristiwa spontan yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia akibat terganggunya distribusi air bersih yang merugikan warga.

Kendati demikian, puluhan emak-emak warga Kelurahan Batang Ayumi tersebut, meminta pihak PDAM Tirtanadi Transparan dalam memberikan informasi dan solusi agar aliran air segera mengalir normal kembali, aktivitas mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga tidak terganggu. 

Tanggapan Pihak PDAM Tirtanadi 

Menanggapi aksi protes tersebut, pihak PDAM Tirtanadi Cabang Tapanuli Selatan di Kota Padangsidimpuan sempat menemui warga dan berjanji akan segera melakukan perbaikan.

Pihak PDAM beralasan kemacetan air disebabkan penurunan debit sumber air akibat musim kemarau dalam beberapa bulan ini.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan warga. Tim teknis langsung kita instruksikan segera melakukan penanganan, namun sebenarnya penyebab utamanya debit air yang berkurang karena musim kemarau, " jelas Sulitna Laiya salah satu bagian Pemasaran dan hubungan langganan PDAM Tirtanadi Cabang Tapanuli Selatan.

"Walaupun hujan datang debit air tidak langsung penuh karena sumber air utamanya dari mata air didalam tanah jadi meresap dulu, kecuali hujan datangnya setiap hari, jadi pasokan air terpaksa kita bagi ke daerah yang memerlukan juga," tambahnya.

Kemudian, permasalahan kenapa ada daerah pelanggan yang darahnya air terus mengalir dan ada yang tidak, hal tersebut disebabkan perbedaan aliran air PDAM yang deras di satu pelanggan dan lamban di pelanggan lain terjadi karena variasi tekanan dan hambatan pada jaringan pipa distribusi. 

"Daerah kita ini kan termasuk daerah yang memiliki dataran tinggi dan rendah. Pelanggan yang tinggal di daerah dataran tinggi memerlukan tekanan ekstra, sehingga aliran airnya cenderung lebih lambat atau kecil dibandingkan rumah di dataran rendah, jadi hal tersebut juga bisa menghambat jalannya air," sebut Sulitna.

Selanjutnya disampaikan Sulitna, terkait adanya iuran air yang membengkak dan pelanggan merasa pemakaian tidak sesuai dengan tagihan, bisa melaporkan langsung ke pihak PDAM Tirtanadi dengan membawa bukti foto meteran airnya. 

"intinya kita meminta maaf atas gangguan ini dan kita akan usahakan air mengalir hari ini, ke warga yang terdampak dan kalau ada pelanggan iurannya tidak sesuai silhkan datang ke kantor agar di cek, apakah meterannya bermasalah,"" pesan Sulitna.

"Kemudian informasi terkait biaya tagihan air PDAM Tirtanadi sampai saat ini belum ada kenaikan," pungkasnya. (Syahrul/ST).



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini