![]() |
| Peserta Festival Seni Qasidah XIX Tingkat Kota Tebingtinggi Tahun 2026, Rabu (21/10/2026).(mol/dok.Kominfo) |
Festival bertema “Bersinergi dalam Melestarikan Budaya untuk Masyarakat Tebingtinggi yang Religius” ini menjadi upaya memperkuat nilai keagamaan sekaligus menjaga kelestarian seni budaya Islam di tengah masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa festival qasidah tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana membina karakter, meningkatkan kreativitas, dan menanamkan akhlak mulia, terutama bagi generasi muda.
Menurutnya, pesan-pesan keislaman yang disampaikan melalui syair dan irama qasidah dapat menjadi media dakwah yang santun serta mudah diterima berbagai kalangan. Karena itu, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan penguatan spiritual masyarakat.
Pemko Tebingtinggi lanjut Erwin, berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang memberikan dampak positif. Ia berharap festival ini mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Kepada seluruh peserta, Erwin berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kompetisi sebagai momentum mempererat persaudaraan. Ia juga meminta dewan juri menjalankan penilaian secara profesional, objektif, dan adil, serta mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
Festival Seni Qasidah XIX ini diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga memperkuat nilai religius dan melestarikan budaya Islam sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kota Tebingtinggi.
Pembukaan festival turut dihadiri Ketua DPRD Tebingtinggi Sakti Khaddafi Nasution, perwakilan Kapolres Tebingtinggi Iptu Gatot Supriadi, Ketua MUI H M Ghazali Saragih, Ketua DMI H Yusnul Adhari, perwakilan Kementerian Agama H M Amin Lubis, serta jajaran kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Tebingtinggi.(HR/HR)

