DELISERDANG | Keamanan di Sumatera Utara benar-benar darurat. Premanisme sudah di level mengerikan dan pakai senjata api, tembak mati orang di depan umum, Senin (19/10/2026).
Suasana duka dan amarah pecah di depan IGD RSU Mitra Sehat Tanjung Morawa, Minggu 18 Oktober 2026. Seorang pria bernama Doni Pacek, Wadan KOTI Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Deli Serdang, meninggal dunia ditembak.
Keluarga korban dengan tegas menilai, kejadian ini diduga kuat berkaitan dengan aksi premanisme yang sudah lama meresahkan warga Tanjung Morawa.
Warga sangat tidak menduga penembakan itu bisa terjadi di Tanjung Morawa, Deliserdang karena daerah itu sangat dekat dengan Markas Polda Sumut dan ini bukti nyata kinerja Polri dalam menjaga keamanan di Sumut gagal.
Warga Tanjung Morawa sudah lama resah dan ketakutan. Para pelaku premanisme disebut sudah sering dan berulang-ulang membuat keonaran yang sangat meresahkan. Tapi kenapa dibiarkan dan baru bertindak setelah jatuh korban jiwa.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang, Junaidi SH, yang juga anggota DPRD Deli Serdang, sampai harus turun tangan menenangkan ribuan kadernya agar menahan diri dan menyerahkan kasus ke Polisi.
"Kita sangat berduka atas kejadian ini. Saya meminta seluruh kader Pemuda Pancasila agar menahan diri dan menyerahkan penanganan tindakan keji ini kepada Kepolisian," ujar Junaidi SH.
Junaidi sangat menyesalkan tindakan brutal para pelaku yang menggunakan senjata api (senpi).
"Saya meminta Kepolisian untuk menangkap para pelaku dan otak di balik peristiwa tragis ini," tambahnya.
Bahkan, Junaidi secara terbuka meminta Kapoldasu Irjen Pol. Sonny Irawan agar kasus ini menjadi atensi khusus.
"Saya meminta Kapoldasu untuk melakukan perhatian khusus dan menjadi atensi kasus dugaan penembakan yang berujung meninggalnya seorang warga ini. Dan para pelaku sudah sering dan berulang-ulang membuat keonaran yang sangat meresahkan warga," tegas Junaidi.
Jika Kapoldasu tidak segera menangkap pelaku dan membongkar jaringan preman bersenjata api di Deli Serdang, maka kepercayaan masyarakat terhadap Polri di Sumut akan hancur. (RE Maha/REM).

