-->

1.000 Wartawan PWI Sumut Dijamin BPJS Ketenagakerjaan dan Jadi Barometer Nasional

Sebarkan:

Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik (tiga kiri) dan Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Kunto Wibowo memperlihatkan dokumen PKS usai ditandatangani. (mol/PWI Sumut).

MEDAN | Langkah revolusioner dilakukan PWI Sumatera Utara. Seluruh anggotanya kini dipastikan terlindungi jaminan sosial. Bukan wacana, tapi sudah resmi lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK).

Momen bersejarah itu berlangsung di Medan, Selasa (20/10/2026), ditandatangani langsung oleh Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik bersama Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Kunto Wibowo.

Disaksikan Wakil Ketua Organisasi Rifki Warisan, Bendahara Hartati Rangkuti, Wakil Sekretaris Riza Mulyadi, Juli Tarigan, Merry Ismail, serta Kepala BPJS TK Cabang Tanjung Morawa Bunyamin Najmi.

Kunto Wibowo tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia mengaku baru kali ini menandatangani PKS dengan organisasi wartawan sepanjang karirnya memimpin wilayah.

"Saya pernah jadi Kakanwil di Banten, Jawa Barat, dan sekarang Sumut. Dari tiga wilayah ini, baru kali ini saya tanda tangan PKS dengan PWI. Ini inisiatif luar biasa! Ini menunjukkan komitmen PWI Sumut hadir melindungi anggotanya," tegas Kunto.

Menurutnya, pertanyaan besar selama ini adalah, wartawan setiap hari menulis berita tentang jaminan sosial orang lain, tapi apakah dirinya sendiri terlindungi?

"Jangan setiap hari menulis, tetapi tidak terlindungi. Wartawan itu rentan risiko, di garda terdepan saat liputan demonstrasi, bencana, konflik. Wajib dilindungi!" katanya.

Bahkan, saking bangganya, Kunto melaporkan langsung PKS ini ke Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir via videocall.

"PWI Sumut menjadi barometer nasional! Contoh bagi PWI lain di Indonesia," puji Kunto.

Yang lebih keren, BPJS TK kini punya program baru bernama Pemberdayaan Ekonomi (Peka) untuk Keluarga

Kunto menjelaskan, banyak ahli waris dapat santunan Rp42 juta tapi bingung menggunakannya hingga habis tanpa bekas.

Melalui PEKA, ahli waris akan diberi pelatihan gratis sesuai minat - mulai dari jahit-menjahit, barista, hingga manajemen keuangan bekerja sama dengan bank, Kemenaker dan Disnaker. Tujuannya agar santunan jadi modal usaha yang produktif.

Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik yang akrab disapa Nanda mengatakan, PKS kali ini jauh lebih hebat dari sebelumnya.

"Alhamdulillah, kalau sebelumnya PKS kita dua tahun, hari ini kita tanda tangan langsung lima tahun. Ini wujud tanggung jawab organisasi, walaupun kepengurusan akan berakhir, perlindungan anggota harus terus berlanjut," ujar Nanda.

Ia menjelaskan, PKS ini sifatnya fluktuatif dan terbuka. Saat ini ada 81 wartawan senior berusia di atas 65 tahun yang tetap tercover, dan ke depan targetnya sekitar 1.000 anggota PWI, baik anggota biasa maupun muda hasil UKW terakhir, semuanya akan tercover.

"Dengan PKS ini, organisasi hadir melindungi anggota. Semoga bermanfaat bagi seluruh anggota," tutup Nanda.

Langkah PWI Sumut ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa organisasi pers tidak hanya bicara soal kebebasan pers, tapi juga kesejahteraan dan keselamatan wartawannya. (rel/REM).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini