![]() |
| Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Mujianto di Desa Siantar Naipospos, Sabtu (12/9/2026).(Foto: mol/Alfredo Sihombing) |
Jembatan tersebut diresmikan Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Mujianto, di Desa Siantar Naipospos, Sabtu (12/9/2026).
Jembatan Cinta Kasih Aek Poring dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan sebagai pengganti jembatan gantung yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025.
Keberadaan jembatan ini tidak hanya mempermudah aktivitas harian masyarakat, tetapi juga kembali membuka akses warga menuju wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan infrastruktur.
"Saya mengapresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi atas dukungan dan kolaborasi bersama Pemkab Taput dalam membangun kembali akses masyarakat," kata Jonius.
Jonius juga menyampaikan rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Lobu Haminjon, Desa Siantar Naipospos. Pemkab Taput, kata dia, siap memberikan dukungan pembangunan dengan syarat masyarakat menyediakan lahan yang layak.
Selain jembatan, Pemkab Taput juga telah memprogramkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan tersebut.
Pada Tahun Anggaran 2026, melalui APBD Taput, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan pada ruas Simpang Lapogambiri-Pancur Batu–Siantar Naipospos-Lobu Haminjon yang tersebar di empat lokasi.
Program tersebut direncanakan berlanjut hingga 2028. Berdasarkan data R3P, usulan anggaran mencapai Rp50 miliar untuk pembangunan akses secara bertahap dan berkelanjutan.
Sementara itu, Mujianto mengatakan pembangunan Jembatan Cinta Kasih Aek Poring merupakan bentuk kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pihak yayasan sempat mempertimbangkan kembali pembangunan jembatan karena kondisi akses menuju lokasi sangat sulit, terlebih setelah kawasan tersebut dilanda bencana.
Namun, keputusan berubah setelah survei terakhir menunjukkan kondisi masyarakat yang memprihatinkan. Dalam survei itu, ditemukan anak-anak sekolah terpaksa berenang menyeberangi sungai untuk dapat mengikuti kegiatan pendidikan.
Jembatan gantung darurat yang sebelumnya dibangun Pemkab Taput pada Desember 2025 juga telah mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut akhirnya mendorong Yayasan Buddha Tzu Chi untuk merealisasikan pembangunan jembatan permanen yang kini diberi nama Jembatan Cinta Kasih Aek Poring.
Masyarakat Desa Siantar Naipospos pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Tapanuli Utara serta Yayasan Buddha Tzu Chi atas pembangunan jembatan yang dinilai sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemberian cendera mata berupa ulos kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan. (as/as)

