![]() |
| Panen udang vename, Rabu (16/9/2026).(mol/GR) |
Panen perdana dari satu kolam seluas sekitar 625 meter persegi menghasilkan sekitar satu ton udang setelah tiga bulan masa budidaya. Dari hasil tersebut, BUMDes mencatat keuntungan sekitar Rp20 juta dengan modal sekitar Rp65 juta.
Direktur BUMDes Amanah Rakyat Muhammad Darwi alias Ucok, Rabu (16/9/2026), mengatakan usaha tersebut dikembangkan untuk memanfaatkan lahan sekaligus membangun aset produktif desa.
“Modal satu kolam sekitar Rp65 juta. Tiga bulan sudah bisa panen dan keuntungannya sekitar Rp20 juta,” ujarnya.
Di lokasi tersebut terdapat lima kolam, namun dua kolam dikelola BUMDes Amanah Rakyat. Kedalaman kolam sekitar satu meter.
Hasil panen langsung diserap agen untuk dipasarkan, termasuk memenuhi kebutuhan ekspor. Pada panen perdana itu, udang yang dihasilkan mencapai size 50.
BUMDes menyewa lahan tersebut selama 10 tahun. Ucok berharap pemanfaatan jangka panjang itu mampu memperkuat usaha BUMDes sekaligus memberi kontribusi ekonomi bagi Desa Nagur.
“Harapannya, lahan ini terus dimanfaatkan menjadi aset produktif BUMDes dan memberikan manfaat ekonomi bagi desa,” katanya.
Menurut Ucok, penambahan kolam menjadi peluang untuk meningkatkan skala usaha. Namun, pengembangan tetap harus disesuaikan dengan potensi lahan dan kemampuan pengelola.
Kepala Desa Nagur Ruslan, mengapresiasi panen perdana tersebut. Ia berharap usaha budidaya udang vaname dikelola secara profesional, transparan dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan BUMDes dan masyarakat.
“Harapan kami, usaha budidaya udang vaname ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi BUMDes maupun masyarakat Desa Nagur,” ujar Ruslan.(HR/HR).

