-->
crossorigin="anonymous">

Wakil Menteri ESDM Tinjau Potensi Pengembangan Sarulla, SOL Dorong Penyesuaian Tarif Demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sebarkan:

 

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung meninjau kawasan proyek panas bumi dan melaksanakan bersama pimpinan SOL CEO Taku Kimura dan COO Riza Pasikki. (mol/ist)
TAPUT | Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meninjau kawasan proyek panas bumi Sarulla Operations Ltd (SOL) di Namora I Langit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengembangan energi baru terbarukan sekaligus memastikan kontribusi pembangkit panas bumi terhadap ketahanan energi nasional terus meningkat.

Dalam kunjungan kerja itu, Wakil Menteri ESDM melihat secara potensi pengembangan Proyek Sarulla yang selama ini dikenal sebagai salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia. 

Pemerintah berharap pengembangan proyek tersebut mampu meningkatkan pasokan listrik, khususnya di Pulau Sumatera, sekaligus mempercepat pencapaian target bauran energi nasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan manajemen SOL untuk menyampaikan sejumlah tantangan operasional yang saat ini dihadapi perusahaan, termasuk harapan adanya penyesuaian tarif jual listrik. 

Menurut SOL, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan investasi sekaligus membuka peluang ekspansi pengembangan wilayah kerja panas bumi Sarulla pada masa mendatang.

Chief Operating Officer SOL (COO) Riza Pasikki, menjelaskan bahwa operasional perusahaan saat ini menghadapi tantangan teknis berupa tingginya kadar asam (acid) pada sumur panas bumi di area Namora I Langit. Kondisi tersebut menyebabkan biaya perawatan sumur dan operasional meningkat sehingga berdampak pada produksi listrik yang belum dapat mencapai kapasitas optimal.

"Apabila penyesuaian tarif jual listrik dapat direalisasikan, maka potensi pengembangan Proyek Sarulla akan semakin besar," ujar Riza, Jumat (31/7/2026).

Meski menghadapi tantangan tersebut, kata Riza, SOL tetap berkomitmen menjaga keandalan pembangkit melalui berbagai langkah optimalisasi operasi dan pemeliharaan agar pasokan listrik kepada PT PLN (Persero) tetap berjalan secara maksimal.

Ia menilai, pengembangan Proyek Sarulla tidak hanya berdampak pada peningkatan keandalan sistem kelistrikan nasional, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Bertambahnya investasi dan aktivitas produksi diyakini akan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Taput yang pada akhirnya mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan Wakil Menteri ESDM disambut jajaran pimpinan SOL, yakni Chief Executive Officer (CEO) Taku Kimura dan COO Riza Pasikki. Hadir pula Direktur Utama PT Medco Power Indonesia Eka Satria.

Turut mendampingi kunjungan tersebut Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Taput terhadap pengembangan energi panas bumi di wilayahnya.

Selain itu, hadir pula Kepala Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Prof Dr Eng Eniya Listiani Dewi BEng MEng IPU, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar.

Kunjungan ini mempertegas komitmen pemerintah bersama pelaku industri untuk memperkuat sektor panas bumi sebagai salah satu pilar transisi energi nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan target pengurangan emisi karbon, pengembangan SOL Sarulla dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis energi bersih. (as/as)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini