TAPTENG | Harapan masyarakat Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), yang belum terjawab terhadap kepastian pencairan bantuan bagi korban bencana banjir kembali menguat setelah Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah, Faisal Ahmad Lubis, turun langsung meninjau kondisi warga pada Selasa (28/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi ratusan warga yang sebelumnya mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah pada Senin (27/7/2026). Dalam aksi itu, masyarakat mempertanyakan kepastian penyaluran berbagai bantuan pascabencana, di antaranya Jaminan Hidup (Jadup), bantuan stimulan pemulihan ekonomi, serta bantuan lainnya bagi warga terdampak banjir tahun lalu.
Saat berada di Kelurahan Lopian, Plh Kepala Dinas Sosial bersama tim melakukan pengecekan langsung terhadap data penerima bantuan guna memastikan apakah masih terdapat warga terdampak yang belum terdata dalam program bantuan pemerintah.
Dalam dialog bersama rombongan Dinas Sosial, warga menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat di Lingkungan II dan VI Kelurahan Lopian yang hingga kini belum menerima bantuan Jadup maupun stimulan pemulihan ekonomi.
Menurut warga, saat bencana terjadi, wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup parah akibat banjir lumpur. Sejumlah rumah warga terendam dan dipenuhi material lumpur, sementara berbagai perabot rumah tangga serta harta benda mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Masyarakat juga mengungkapkan kekecewaan karena selama hampir delapan bulan mereka masih menunggu realisasi bantuan yang sebelumnya dijanjikan pemerintah bagi warga yang memenuhi persyaratan. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah agar hak-hak masyarakat terdampak segera mendapatkan kepastian.
"Kami sudah beberapa kali datang ke DPRD untuk meminta kejelasan. Kelurahan Lopian merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak saat banjir terjadi. Kami sempat mengungsi dan mendirikan tenda di pinggir jalan karena kondisi saat itu sangat memprihatinkan. Namun sampai sekarang bantuan yang dijanjikan belum juga kami terima," ujar salah seorang perwakilan masyarakat.
Warga berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian terkait bantuan yang dinantikan, mengingat sebagian masyarakat masih berupaya memulihkan kondisi kehidupan setelah terdampak bencana banjir lumpur yang merusak rumah, peralatan rumah tangga, dan sumber penghidupan mereka.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan bahwa berbagai relawan dan pihak kemanusiaan sebelumnya telah hadir membantu saat bencana terjadi di Tapanuli Tengah, khususnya Kecamatan Badiri. Namun mereka berharap program bantuan pemerintah seperti Jadup dan stimulan pemulihan ekonomi dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.
"Kami berharap kehadiran Plh Kepala Dinas Sosial menjadi awal penyelesaian persoalan ini. Beliau sudah melihat langsung kondisi kami dan memastikan data masyarakat sudah masuk. Kami hanya berharap proses pencairan bantuan bisa segera direalisasikan," kata perwakilan warga.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan harapan agar tidak kembali diberikan janji tanpa kepastian.
"Pak Faisal sudah turun langsung bersama tim dan melihat sendiri kondisi kami di Lingkungan II dan VI Kelurahan Lopian. Kami sudah bosan dengan janji-janji dan imbauan untuk terus bersabar. Hal itu sudah berkali-kali kami dengar, mulai dari camat sebelumnya, lurah hingga Dinas Sosial. Yang kami butuhkan sekarang adalah kepastian pencairan bantuan," ungkap warga.
Dari hasil pengecekan lapangan, Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah memastikan masyarakat terdampak di lokasi tersebut telah masuk dalam pendataan. Namun hingga kunjungan berlangsung, warga masih menunggu kepastian terkait jadwal pencairan maupun mekanisme penyaluran bantuan tersebut.
Kunjungan Plh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim di Kelurahan Lopian berlangsung aman dan kondusif. Masyarakat berharap hasil peninjauan tersebut segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar bantuan yang telah lama dinantikan dapat diterima oleh warga yang memenuhi kriteria.
Sebelumnya, ratusan warga mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah untuk meminta kejelasan terkait bantuan pascabanjir yang hingga kini belum mereka terima. Aspirasi tersebut menjadi bentuk keresahan masyarakat yang telah menunggu realisasi bantuan sebagai upaya pemulihan kehidupan setelah terdampak bencana. (YAS/REM)

