SIBOLGA | Sedih. Niat mencari rezeki dengan mengantarkan hasil pertanian dari kampung halaman untuk dijual di Kota Sibolga justru berujung duka bagi seorang ibu rumah tangga (IRT). Perhiasan emas miliknya yang diperkirakan bernilai sekitar Rp30 juta dilaporkan hilang saat berada di kawasan Terminal Sibolga, Sabtu pagi (15/8/2026).
Korban diketahui merupakan pedagang hasil bumi asal Desa Padang Lancat Sisoma, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Bersama suaminya, mereka rutin membawa berbagai hasil pertanian dari desa, seperti bawang Batak dan komoditas tani lainnya untuk dipasarkan di kawasan Terminal Sibolga. Aktivitas tersebut telah mereka lakukan setiap hari Kamis dan Sabtu sebagai upaya mencari nafkah bagi keluarga.
Peristiwa itu disampaikan langsung oleh korban, Kartika Sari Dewi Tambunan, 40, kepada kru Metro-Online.co melalui sambungan WhatsApp pada Rabu pagi (19/8/2026).
Kartika menjelaskan, pada hari kejadian dirinya bersama suami datang ke Sibolga untuk mengantarkan sekaligus menjual hasil pertanian yang mereka bawa dari desa. Sambil menunggu dagangan, Kartika menyempatkan diri berbelanja di sekitar terminal, sedangkan suaminya tetap berada di area parkir sekitar 300 meter dari lokasi untuk menjaga mobil beserta barang dagangan mereka.
Namun, usai berbelanja, Kartika terkejut saat membuka tas ranselnya. Dompet kecil yang berisi perhiasan emas miliknya sudah tidak berada di dalam tas. Ia pun langsung panik dan berusaha mencari di sekitar lokasi yang sempat dikunjunginya, tetapi pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
"Saya sangat terpukul. Kami datang ke Sibolga untuk mencari nafkah dengan menjual hasil pertanian dari kampung, tetapi justru mengalami musibah kehilangan emas," ungkap Kartika.
Korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada suaminya. Keduanya kembali menyisir sejumlah titik di sekitar terminal, namun hingga akhirnya memutuskan pulang dengan perasaan sedih karena barang berharga tersebut belum ditemukan.
Adapun barang yang dilaporkan hilang berupa satu dompet kecil berisi perhiasan emas, terdiri dari satu gelang berbentuk jam tangan dan satu gelang model Doba-Doba serta total keseluruhan sekitar enam mayam emas. Akibat kejadian tersebut, korban memperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp30 juta.
Pihak keluarga mengaku telah berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan Terminal Sibolga melalui Dinas Perhubungan. Selain itu, mereka juga telah menyampaikan informasi kepada pihak Polsek Sibolga Sambas. Namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah dompet tersebut terjatuh atau diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kartika berharap kepada masyarakat yang mungkin menemukan dompet berisi emas tersebut agar berkenan menghubungi pihak keluarga melalui nomor 0813-9608-2206. Sebagai bentuk apresiasi, keluarga telah menyiapkan imbalan yang layak bagi siapa saja yang memberikan informasi akurat hingga barang tersebut dapat kembali kepada pemiliknya.
"Hingga saat ini kami masih berharap ada orang baik yang menemukan dan mengembalikan dompet berisi emas tersebut. Kami datang ke Sibolga untuk menjual hasil pertanian demi mencari nafkah, bukan menyangka akan mengalami musibah seperti ini. Bagi siapa pun yang memiliki informasi, kami mohon dapat menghubungi nomor yang telah kami sampaikan. Kami akan memberikan imbalan sebagai bentuk terima kasih," tutup Kartika. (YAS/REM).

