-->

Ketika Sekarung Beras Menjadi Harapan: Bupati Jonius Salurkan Bantuan dan Perbaiki Data Kemiskinan

Sebarkan:

 

Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di Kecamatan Sipoholon, Rabu (26/8/2026).(Foto: mol/Alfredo Sihombing)
TAPUT | Di tengah kerumunan warga, sekantong beras berpindah dari tangan, Bupati Tapanuli Utara (Taput) kepada seorang ibu yang datang bersama anak-anaknya. Bagi sebagian orang, bantuan pangan mungkin hanya terlihat sebagai angka dalam program pemerintah. Namun bagi keluarga yang membutuhkan, beras yang dibawa pulang hari itu menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Pemandangan tersebut terlihat saat Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di Kecamatan Sipoholon, Rabu (26/8/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan di empat titik, yakni Desa Hutauruk, Kelurahan Situmeang Habinsaran, Desa Situmeang Hasundutan, dan Desa Lobusingkam. Di setiap lokasi, warga datang dengan harapan yang sama: membawa pulang bantuan pangan untuk keluarga.

Camat Sipoholon Erwin Hutauruk, melaporkan bahwa jumlah penerima bantuan pangan di Kecamatan Sipoholon untuk periode Juli hingga September 2026 mencapai 2.782 kepala keluarga.

Para penerima tersebut merupakan masyarakat yang masuk dalam desil kesejahteraan satu hingga empat, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.

Tidak hanya Sipoholon, program bantuan pangan tersebut juga menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Perwakilan Perum Bulog Cabang Pematang Siantar melaporkan, Taput mendapat alokasi sebanyak 1.234.200 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Bantuan itu disalurkan kepada 41.140 keluarga penerima manfaat di seluruh Kabupaten Tapanuli Utara.

Setiap keluarga menerima 10 kilogram beras setiap bulan, sehingga selama tiga bulan masing-masing keluarga memperoleh total 30 kilogram beras. Bantuan tersebut bersumber dari Badan Pangan Nasional dan disalurkan melalui Bulog.

Data yang Terus Bergerak

Di tengah penyaluran bantuan, Jonius juga mendengar aspirasi masyarakat. Masih ada warga yang merasa layak menerima bantuan, namun belum masuk dalam daftar penerima.

Menanggapi hal tersebut, Jonius menegaskan bahwa data kesejahteraan masyarakat bukanlah sesuatu yang bersifat tetap.

“Data desil bukanlah data statis, melainkan dimutakhirkan setiap tiga bulan. Bagi warga yang merasa layak namun belum terdata sebagai penerima, silakan mengajukan usulan melalui sistem Perlindungan Sosial atau Perlinsos digital agar kelayakan dapat dinilai secara objektif dan bantuan semakin tepat sasaran,” ujar Jonius.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari arah baru pelayanan sosial di Taput. Pemerintah tidak hanya ingin menyalurkan bantuan, tetapi juga terus memperbaiki basis data agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat terjangkau.

Melalui sistem Perlinsos digital, masyarakat diharapkan semakin aktif menyampaikan informasi dan perubahan kondisi sosial ekonomi mereka. Dengan data yang terus diperbarui, pemerintah berharap kesalahan sasaran dapat diminimalkan.

Menjauhi Judol dan Pinjol Ilegal

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi judi online dan pinjaman online ilegal.

Menurutnya, persoalan ekonomi masyarakat tidak akan selesai apabila penghasilan justru habis dalam praktik yang merugikan diri sendiri dan keluarga.

Ia menegaskan bahwa sistem Perlindungan Sosial dibangun untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan serta dapat digunakan secara bertanggung jawab.

Karena itu, masyarakat diajak untuk membangun pola hidup produktif, mengelola keuangan keluarga dengan baik, dan tidak terjebak dalam praktik judi online maupun pinjaman ilegal.

Dari Bantuan Pangan Menuju Ketahanan Pangan

Perhatian pemerintah tidak berhenti pada pembagian beras. Di hadapan masyarakat Sipoholon, Bupati Jonius Hutabarat juga mengajak para petani untuk meningkatkan produksi pertanian dengan menanam padi dua kali dalam setahun.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taput berencana memberikan bantuan bibit padi dan pupuk kepada kelompok tani.

Bagi pemerintah daerah, bantuan pangan memang penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat hari ini. Namun pada saat yang sama, peningkatan produktivitas pertanian menjadi langkah untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat pada masa mendatang.

Penyaluran bantuan pangan di Sipoholon pun menjadi gambaran dari dua upaya yang berjalan bersamaan: membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hari ini, sekaligus mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang lebih mandiri melalui pertanian dan sistem perlindungan sosial yang semakin tepat sasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut staf ahli Bupati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Sosial PPPA, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Kominfo, sejumlah pimpinan perangkat daerah teknis serta para kepala desa.

Di tengah warga yang pulang membawa karung beras, terselip harapan agar bantuan pemerintah tidak sekadar hadir sebagai program rutin, tetapi benar-benar menjadi jembatan menuju kehidupan masyarakat Tapanuli Utara yang lebih sejahtera. (as/as)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini