-->

Di Depan Hidung Polrestabes, Kantor PWI Sumut Empat Kali Dibobol Maling, Kapolrestabes Diminta Bertanggung Jawab

Sebarkan:

Kantor PWI Sumut, Jalan Adinogoro, No l. 4a, Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

MEDAN | Ironis. Kantor Persatuan Wartawan Indonesia PWI Sumut yang jaraknya hanya beberapa meter dari Markas Polrestabes Medan dan Kejari Medan kembali jadi sasaran pencuri. 
Kali ini untuk empat kalinya. Kejadian terakhir diketahui, Jumat (21/8/2026) pukul 08.00 WIB.

AC Dirusak, Pipa Tembaga Digondol

Peristiwa diketahui penjaga kantor, Alim dan Ahmad, saat menyalakan AC dan tidak hidup. Setelah dicek, pipa tembaga AC telah dipotong dan dicuri maling.

Sebelumnya, pelaku juga sudah menggasak mesin outdoor AC dan selangnya.

"Kejadian ini sudah keempat kalinya. Ini kantor PWI Sumut, marwah kami. Kok berani maling beraksi di depan kantor polisi? Artinya kawasan sekitar Polrestabes Medan rawan pencurian dan tindak kriminal," tegas Wakil Ketua PWI Sumut Bidang Advokasi, Amrizal.

Amrizal menduga pelakunya orang yang sama. Ia meminta Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak dan Kapolsek Medan Timur Kompol Agus Butarbutar serius menangkap pelaku.

Gagal Jaga Keamanan, Ini Tupoksi Polri

Kejadian berulang ini menimbulkan tanda tanya besar. Padahal sesuai UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI Pasal 13, tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Lalu bagaimana bisa kantor organisasi profesi wartawan yang berada di "zona merah" Polrestabes Medan justru empat kali dibobol dan pelakunya belum tertangkap satupun.

"Bagaimana masyarakat mau aman dan nyaman jika di sekitar Polrestabes Medan saja sangat rawan pencurian? Ini preseden buruk," kritik Amrizal.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Timur Kompol Agus Butarbutar hanya menjawab singkat. "Kapan kejadiannya? Saya suruh Kanit ke sana ya," katanya.

Jawaban itu dinilai PWI Sumut terlalu normatif. Sebab laporan serupa sudah pernah disampaikan saat kejadian sebelumnya.

Wartawan Sumut mendesak

Kapolrestabes Medan tidak hanya "memberi atensi", tapi turun langsung, periksa CCTV di sekitar kantor, perketat patroli malam dan tangkap jaringan "rayap besi" yang meresahkan.

"Kami tunggu bukti kerja nyata, bukan sekadar pernyataan," pungkas Amrizal. (RE Maha/REM).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini