-->
crossorigin="anonymous">

Wine Mangga, Toba Artisan Coffee dan Outer Asal Samosir ‘Curi’ Perhatian Pengunjung PRSU 2026

Sebarkan:


MEDAN | Tak mau ketinggalan dengan peserta lainnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menjajakan produk unggulannya di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026.

Pandangan mata pengunjung dimanjakan dengan Catur Batak, patung pahatan kayu dan pernak pernik kerajinan tangan khas asal Samosir tertata apik dekat pintu masuk Stan Pemkab Samosir.

Sapaan dan senyuman ramah tiga wanita penjaga stan pun menyeruak ketika tim awak media tergabung dalam Forum Wartawan Pemprov (FWP) Sumut memandangi kemasan botol minuman bertuliskan: Mango Wine (wine mangga).

“Potensi daerah kita itu, pak. Wine sekarang bukan produk dari luar saja. Samosir juga punya. Khasiatnya sama seperti wine umumnya,” kata wanita mengaku boru Sinaga, Minggu (12/7) jelang magrib.

Gambar wanita paruh baya tampak jelas di sisi botol kemasan. “Ratna Gultom namanya, pelaku usaha dari Desa Silimalombu, Kecamatan Samosir. Dia sama suaminya orang asing (Thomas, asal Jerman) yang pertama kali memperkenalkan Wine Mangga dan sudah terkenal ke negara lain?” sambungnya.

Boru Sinaga menambahkan, Wine Mangga laris manis ketika event Trail of The Kings (ToTK), ajang lari lintas alam yang dimotori Pemprov Sumut, Pemkab Samosir didukung Pemerintah Pusat dan stakeholder lainnya, pekan kedua Juni 2026 lalu. Wine Mangga hasil fermentasi tersebut diminati peserta maupun pengunjung ToTK. 

“Kebanyakan asal Jepang,” sambungnya. Wine Mangga kemasan botol 330 mililiter dibanderol Rp250 ribu. Beberapa botol telah dibeli pengunjung PRSU,” sambungnya.

Produk unggulan lainnya, Toba Artisan Coffe, kopi Arabika yang difermentasi khusus selama puluhan hari tanpa kandungan alkohol, menghasilkan cita rasa menyerupai wine, juga telah digandrungi pasar internasional. Isi kemasan dan harganya, sama seperti Wine Mangga.

Kemudian, Minyak Kemiri asal Kabupaten Samosir katanya, sudah teruji membantu memelihara pertumbuhan rambut dan melembabkan kulit. 

“Orang-orang sudah pernah beli bilang, cocok juga untuk pasien menjalani kemoterapi,” sambung wanita mengaku pegawai di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopnakerindag) Kabupaten Samosir itu. Kemasan 100 mililiter dibanderol Rp120 ribu.

‘Curi’ Perhatian


Boru Sinaga saat memperlihatkan sarung semi sutra disanding dengan ulos. (mol/roberts) 

Produk lainnya ‘mencuri’ hati pengunjung yakni usaha kerajinan nontenun berupa kemeja dengan berbagai ukuran yang memadukan kearifan lokal dengan inovasi modern diberi nama: IKM Sakkamadeha. Selanjutnya, kain dengan motif khas Batak, sarung semi sutra disanding dengan ulos dibanderol Rp1,5 juta. 

Sementara paling diminati pengunjung, outer bahan tenun aksesoris khas Batak dihargai Rp250 ribu per pcs. “Masyarakat di Samosir sekarang sudah berubah (memahami pentingnya sektor pariwisata), pak. Gak kek dulu. Kalau ada waktu jalan-jalan lah ke Samosir pak,” tutupnya dengan senyum sumringah. (ROBERTS/RS)



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini