-->
crossorigin="anonymous">

Pengsiun PT IKD Kecewa, Dana Simpanan di Koperasi Tidak Dikasi

Sebarkan:

PT Industri Karet Deli (IKD) di Jalan KL Yos Sudarso Km. 8,3, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

MEDAN | Puluhan pekerja pengsiun PT Industri Karet Deli (IKD) mengaku kecewa karena dana simpanan mereka yang berada di koperasi tidak dikasi. Padahal puluhan juta dana yang disimpan tersebut hak atau milik pekerja, Jumat (24/7/2026).

"Aku dah jumpai mantan Sutrisno, mantan ketua koperasi tapi jawabanya tidak memuaskan dan pengurus koperasi terkesan tenang tenang saja," kata Supri, pengsiun PT IKD, Kamis (23/7/2026).

Dijelaskan, hingga masa dia pengsiun besar uangnya yang tersimpan di Koperasi Karyawan PT IKD sekitar Rp 17 juta.

"Aku jadi anggota sejak koperasi terbentuk hingga pengsiun satu bulan lalu," ungkapnya.

Senasib dengan Supri, puluhan pekerja PT IKD yang pengsiun duluan sekitar dua dan tiga bulan terakhir belum juga menerima dana simpanan koperasi.

"Aku dan empat temanku sudah pengsiun. Namun dana simpanan kami tidak keluar. Ketua koperasi hanya bilang sabar menunggu hingga proses hukum di polisi selesai," ujar Supri.

Supri berharap PT IKD segera ambil alih masalah dana simpanan mereka yang ada di koperasi agar tidak muncul aksi gelombang unjuk rasa.

"Saat ini PT IKD menyuntikkan dana ratusan juta ke koperasi agar karyawan tidak ribut terkait kebutuhan sembako. Namun bagi kami yang pengsiun, cemana," kata Supri mengakhiri pembicaraan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penggelapan dana Koperasi Karyawan PT IKD. "Masih penyelidikan," katanya saat dikonfirmasi melalui WA.

Berita sebelumnya, Ketua Koperasi Karyawan PT Industri Karet Deli (IKD) SH diperiksa petugas Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (30/6/2026).

SH diperiksa terkait dugaan melakukan penggelapan uang atau dana koperasi sebesar Rp 13 M, selama tiga periode menjabat sebagai Ketua Koperasi Karyawan PT IKD.

"Ketua koperasi ada di Polres, sekarang," kata Humas PT IKD Bahari saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WA.

Seorang karyawan PT IKD berinisial S mengatakan, sejak tahun 2024, dia bersama sekitar 2000 karyawan PT IKD yang menjadi anggota koperasi sudah mulai mendengar adanya masalah keuangan di koperasi mereka.

"Setiap bulan, gaji kami dipotong 70 ribu rupiah untuk setor ke koperasi namun dua bulan terakhir ini tidak ada pemotongan," kata S, minta namanya tidak disembunyikan.

S mengaku, dirinya sudah memiliki tabungan sebesar Rp 15 juta dan akan diambil bersamaan saat dia pengsiun.

"Guna menyembunyikan masalah ini, empat pekerja koperasi telah diberhentikan," ungkap S.

Jika permasalah ini tidak segera dijelaskan dengan transparan, S bersama sekitar 5000 karyawan PT IKD berencana akan mengadakan demo.

"Saat ini PT IKD yang mengisi sembako ke koperasi. Ini dilakukan agar kami tidak unjuk rasa," kata S. (RE Maha/REM).



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini