-->
crossorigin="anonymous">

Pangkalan Susu Kabupaten Langkat Daerah Penghasil Minyak, Kehilangan Minyak

Sebarkan:

 


Terlihat satu botol aqua besar berisi BBM jenis pertamak yang dijual pengecer dengan harga Rp 33.000 di "kota minyak Pangkalan Susu, Kamis (16/7/2026). (Foto mol/ Lesman Simamora)

LANGKAT | Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat yang di juluki sebagai "kota minyak," kini kehilangan minyak, dan sudah berlangsung selama empat hari belakangan ini, Senin-Kamis (13-16/7/2026).

Kelangkaan BBM sangat dirasakan masyarakat umumnya di daerah ini, selain susah mendapatkan minyak, juga harganya jauh melambung tinggi beredar di berbagai tempat di Pangkalan Susu. 

Kini harga BBM jenis pertalite mencapai Rp 25.000 per botol aqua besar, bahkan ada yang harganya Rp 30.000. Harga minyak Pertamak mencapai Rp 33.000 per botol agua besar, itu dijual oknum pengecer di Pangkalan Susu, sesuai pantauan kru Metro Online di lapangan.

Kelangkaan dan mahalnya harga BBM, itu merugikan masyarakat dari sisi ekonomi. Bagaimana tidak, penarik becak bermotor (Betor) terpaksa membeli pertamak Rp 33.000 per botol aqua besar.

Sebelumnya harga eceran BBM jenis pertalite hanya Rp 12.000 di kios-kios kecil, tapi kini mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 satu botol aqua besar, itu pun susah di dapat, ujar bebara orang penarik becak kepada Metro Online.

Sementara di Pangkalan Susu tidak ada SPBU, sehingga masyarakat pada umumnya hanya bergantung kepada ketersediaan BBM di tingkat pengecer (kios kios kecil).

"Harga BBM melambung tinggi hingga duakali lipat, bahkan ada yang lebih dari itu sangat memberatkan, dan berdampak menurunnya hasil pendapatan para abang becak," ujar mereka seraya meminta namanya tidak ditulis.

Bukan itu saja, pekerja perusahaan swasta, BUMN, BUMD, ASN, sopir bus angkutan umum termasuk masyarakat pada umumnya, juga mengeluh, kenapa tidak, anggaran yang mereka disediakan untuk beli minyak seahari-hari, itu pasti tidak cukup alias membengkak, dampak dari kelangkaan BBM dan harganya yang melambung tinggi.

Diketahui, Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat dijuluki sebagai "kota minyak", karena di daerah ini pertama ditemukan sumur-sumur minyak dan gas bumi (Migas).

Kabupaten Langkat merupakan cikal bakal perminyakan pertama di Indonesia, dimulainya penemuan energi fosil tepatnya 10 Desember Tahun 1957 di Telaga Said, itu fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri.

Hilangnya berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) di "kota minyak" Pangkalan Susu, seperti solar, pertalite, pertamak, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan minyak. "Aneh kan, daerah penghasil minyak kehilangan minyak."(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini