
Personel Polsek Balige cegah tawuran pelajar di Balige, Selasa (2/6/2026). (Mol/os)
TOBA | Kesigapan personel Polsek Balige dalam merespons laporan masyarakat berhasil mencegah aksi tawuran antar pelajar berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih luas di wilayah Kabupaten Toba.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di kawasan Simpang Dolok Tolong, Desa Longat, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.
Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan SH menjelaskan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima informasi adanya bentrokan yang melibatkan dua kelompok pelajar dari wilayah Siborongborong dan Soposurung Balige.
"Begitu menerima laporan, personel langsung turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi, mengamankan para pelajar yang terlibat, serta memastikan korban luka mendapatkan penanganan medis secepatnya," ujar AKP Libertius Siahaan ke media, Rabu (3/6/2026).
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamanan dan membubarkan kerumunan guna mencegah bentrokan berlanjut. Tiga pelajar yang mengalami luka akibat insiden tersebut langsung dievakuasi ke RS HKBP Balige untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain mengamankan situasi, petugas juga membawa sejumlah pelajar ke Polsek Balige untuk dilakukan pendataan, pemeriksaan, dan pembinaan. Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa lima unit sepeda motor, satu pasang sandal, satu buah topi, serta pecahan bodi sepeda motor.
Sebagai langkah penyelesaian, Polsek Balige segera berkoordinasi dengan orang tua siswa dan pihak sekolah guna mencari solusi terbaik. Pendekatan persuasif dan pembinaan secara kekeluargaan menjadi prioritas mengingat seluruh pihak yang terlibat masih berstatus pelajar.
Kapolsek Balige juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
"Peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam membimbing para pelajar agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," tambahnya.
Untuk mempererat hubungan antar siswa serta mencegah terulangnya kejadian serupa, Polsek Balige memfasilitasi mediasi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026. Mediasi tersebut akan melibatkan para siswa, orang tua, pihak sekolah, dan kepolisian guna membangun kesepahaman serta menciptakan perdamaian.
Berkat respons cepat aparat kepolisian, situasi berhasil dikendalikan dalam waktu singkat sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Seluruh pelajar yang sempat diamankan telah diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing, sementara kondisi kamtibmas di wilayah Balige tetap aman dan kondusif.
Polres Toba terus mengajak seluruh pelajar untuk menjauhi aksi kekerasan dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan kepolisian dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter. (os/os)
