Infrastruktur jalan Provinsi tepatnya di Simpang Tiga Kelurahan Tangkahan Durian menuju Kecamatan Pangkalan Susu, kini dalam kondisi rusak tergenang air, kendaraan yang melintas terpaksa mengambil jalur kanan, Kamis (4/6/2026). (Foto mol/ Lesman Simamora)
LANGKAT | Infrastruktur jalan menuju " kota minyak "Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, dalam kondisi berlubang-lubang tergenang air, Kamis (4/6/2026).
Pantauan Metro Online di lapangan, kendaraan datang dari arah Medan, dan Besitang menuju Kecamatan Pangkalan Susu, terpaksa mengambil jalur kanan untuk menghindari lubang jalan yang tergenang air.
Padahal, sebagaimana lazimnya, kendaraan baik roda dua, empat dan truk, mengambil jalur kiri, tapi ini tidak. Kondisi ini berpotensi mengundang bahaya tabrakan, apalagi saat melintas malam hari.
Kerusakan jalan Provinsi Sumatera Utara itu tepatnya di Kelurahan Tangkahan Durian, Desa Lubuk Kasih, dan Kelurahan Pangkalan Batu, Kecamatan Brandan Barat.
Kini kondisi jalan aspal diwarnai lubang-lubang tergenang air yang berpotensi mengundang bahaya kecelakaan lalulintas bagi para pengendara khususnya roda dua.
Di sejumlah titik permukaan aspal hotmix terbongkar hingga menimbulkan lubang lubang yang relatif besar mencapai kedalaman 10 centi meter.
Menurut catatan kru Metro Online, jalan rusak di daerah itu sudah lama, namun sejauh ini belum ada upaya perbaikan dari Dinas PUTR Provsu.
Parahnya lagi, jalan rusak terdapat mulai dari Simpang Kantor Lurah Beras Basah menuju jalan Cut Nyak Dhien, Kecamatan Pangkalan Susu. Kini infrastruktur jalan Provsu itu dalam kondisi Kupak kapik sekira 1 kilo meter.
Jalan ini sudah 50 tahun lebih tidak pernah mendapatkan sentuhan perbaikan secara permanen. Kalau pun ada perbaikan yang dilakukan, itu hanya sebatas tambal sulam.
Akibat jalan rusak, cukup banyak pengendara sepedamotor yang menjadi korban tabrakan, apalagi saat melintas malam hari, ujar Usman, warga Desa Lubuk Kasih kepada Metro Online, Kamis (4/6/2026).
Senada dengan itu, Suparman, warga Kelurahan Beras Basah mengatakan, sudah beberapa kali berganti Gubernur Sumatera Utara, namun jalan sepanjang 1 kilometer tersebut tetap saja berlubang-lubang.
Sudah berulang kali jalan rusak ini diperbaiki beberapa perusahaan seperti Pertamina EP dan PLTU Pangkalan Susu termasuk beberapa pengusaha swasta secara mandiri dengan menimbun sirtu, cor beton menutup lubang jalan, namun upaya yang dilakukan tidak bertahan lama, lagi-lagi jalan tersebut rusak kembali, ungkapnya.
"Kita juga tidak mengerti kenapa Pemvropsu terkesan membiarkan jalan ini rusak parah. Padahal, cukup besar pajak yang diterima pemerintah dari perusahaan BUMN, BUMD, seperti PLTU, Pertamina EP, Pertamina Gas, Aspal Curah, perkebunan, dan perusahaan lain yang ada di Kecamatan Pangkalan Susu ini," katanya.
Bahkan, lanjutnya, hasil pajak bumi dan bangunan serta dana bagi hasil dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Pangkalan Susu, namun sangat disayangkan untuk urusan perbaikan infrastruktur jalan saja pun Pemvropsu tidak beres, terangnya.(lesman simamora/mp)

