-->

Oknum Guru PNS SDN 157624 Lumut Nauli Diduga Mangkir Berkepanjangan, Rekan-rekan Kerjanya Meradang

Sebarkan:

Rekan Eliza Imelda memberikan keterangan kepada Kru Metro-online.co di ruang guru saat jam istrahat.(Foto: Yasmend/mol)

TAPTENG |
Seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali menjadi sorotan di dunia pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kali ini, perhatian tertuju ke UPTD SD Negeri 157624 Desa Lumut Nauli, Kecamatan Lumut, menyusul munculnya berbagai keluhan dari wali murid terkait minimnya kehadiran salah seorang guru bidang studi Seni Budaya. Rekan-rekan kerjanya pun meradang, terlebih akibat lemahnya pengawasan internal sekolah.

Berdasarkan penelusuran Reporter Metro-Online.co pada Sabtu pagi (16/5/2026) di lingkungan SD Negeri 157624 Lumut Nauli, sejumlah warga membenarkan adanya salah seorang guru PNS yang diduga kerap tidak hadir menjalankan tugas mengajar, khususnya setiap hari Sabtu, tanpa penjelasan yang jelas.

“Sejak bulan Mei 2026, yang bersangkutan disebut sudah jarang aktif hadir mengajar seperti biasanya,” ungkap salah seorang warga yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah kepada wartawan.

Keterangan serupa juga disampaikan sejumlah siswa kelas VI saat dikonfirmasi langsung di ruang kelas. Para siswa membenarkan bahwa guru bidang studi Seni Budaya, Eliza Imelda Hutapea S Pd, disebut jarang hadir mengajar belakangan ini sehingga mata pelajaran tersebut tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.

Selain keterangan siswa dan wali murid, beberapa tenaga pendidik juga membenarkan bahwa guru yang bersangkutan diketahui tidak pernah hadir mengajar setiap hari Sabtu sejak berstatus CPNS hingga menjadi PNS. Hal tersebut disampaikan kepada kru Metro-Online.co saat ditemui di ruang guru ketika jam istirahat.

“Bahkan sejak 7 Mei 2026 hingga hari ini belum juga hadir mengajar, sementara kami memiliki tanggung jawab penuh sebagai guru PNS,” ujar salah seorang guru.

Guru tersebut juga mengungkapkan bahwa selama ketidakhadiran guru bidang studi Seni Budaya itu, proses belajar mengajar kerap mengalami kekosongan.

“Selama ini mata pelajarannya kadang kami gantikan, kadang juga tidak, sehingga sering kosong begitu saja,” ungkapnya.

Menurut keterangan tenaga pendidik lainnya, alasan ketidakhadiran yang selama ini disampaikan antara lain karena kondisi kesehatan, kegiatan ibadah setiap Sabtu, serta fokus merawat orang tua yang sedang menjalani perawatan. Namun, alasan tersebut kami tidak ketahui apa disertai surat keterangan resmi dari pihak kesehatan maupun dokter sebagai kelengkapan administrasi.

“Alasannya kurang sehat dan lainnya, tetapi tidak pernah disertai surat keterangan yang dapat memastikan hal tersebut benar,” ujarnya.

Lebih lanjut, para tenaga pendidik mengaku persoalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada Kepala Sekolah SD Negeri 157624 Lumut Nauli, Sautma Martua Hutagalung, agar segera mendapat perhatian dan penanganan serius. Namun hingga kini dinilai belum ada langkah tegas yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

Sorotan masyarakat terhadap persoalan disiplin guru PNS itu kini juga mengarah kepada kepala sekolah yang dinilai kurang maksimal dalam melakukan pengawasan internal serta penegakan disiplin di lingkungan sekolah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan dugaan rendahnya disiplin guru tersebut bahkan telah beberapa kali dibahas dalam forum internal bersama jajaran guru dan pihak kepala sekolah sejak tahun lalu hingga terakhir pada Kamis (30/4/2026). Namun, berbagai teguran maupun pembahasan internal tersebut disebut belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap tingkat kedisiplinan guru yang bersangkutan.

“Bagaimana disiplin bisa diterapkan kepada bawahan apabila persoalan seperti ini terus berlangsung tanpa penyelesaian yang jelas,” ujar salah seorang warga.

Keluhan juga datang dari sejumlah wali murid yang mengaku kecewa dan mulai timbul rasa kecemburuan sosial karena proses pembelajaran dinilai terganggu akibat minimnya kehadiran tenaga pendidik di sekolah tersebut.

Masyarakat menilai kondisi tersebut bukan lagi sekadar persoalan administratif biasa, melainkan telah menyangkut kualitas pelayanan pendidikan serta tanggung jawab guru PNS sebagai aparatur negara dalam menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.

Untuk memastikan keberimbangan dan objektivitas pemberitaan, Reporter Metro-Online.co juga telah melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi langsung kepada guru bidang studi Seni Budaya, Eliza Imelda Hutapea S Pd, melalui sambungan WhatsApp pribadi pada Sabtu sore (16/5/2026). Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Selain itu, konfirmasi serupa juga telah dilakukan kepada Kepala Sekolah SD Negeri 157624 Lumut Nauli, Sautma Martua Hutagalung, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga saat ini juga belum ada respons yang diberikan.

Atas persoalan tersebut, orang tua murid dan sejumlah guru berharap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, hingga Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait dugaan pelanggaran disiplin guru PNS, lemahnya pengawasan internal sekolah, serta memastikan hak belajar siswa tidak dirugikan.

Orang tua murid juga berharap, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka perlu adanya tindakan tegas sesuai ketentuan disiplin ASN dan regulasi pendidikan yang berlaku agar tidak menjadi preseden buruk di lingkungan pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Publik berharap persoalan ini tidak berhenti sebatas keluhan masyarakat semata, melainkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi menjaga integritas pelayanan pendidikan dan marwah dunia pendidikan di Kabupaten Tapanuli Tengah.(YAS/JS)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini